Lambang Swastika Tak Selalu Gelap

SIMBOL-SWASTIKAPenggunaan simbol Swastika banyak diperdebatkan orang-orang. Termasuk saat Nazi mengadopsinya sebagai simbol perjuangan. Namun banyak orang justru menganggap tindakan Nazi telah mencoreng makna sebenarnya dari simbol tersebut.

Kalau menelaah makna simbol Swastika menurut bahasa Sansekerta, sangat berbeda dengan apa yang terkoneksi dengan pemikiran manusia saat ini. Bahasa Sansekerta mengartikan Swastika dengan makna kesejahteraan. Simbol tersebut telah digunakan oleh pemeluk agama Hindu, Buddha dan Yudaisme sejak lama.

Para petualang barat awal yang pergi ke Asia , kemudian juga terinspirasi oleh simbol tersebut. Mereka menganggap simbol itu berkaitan dengan pemikiran positif dan berasosiasi kepada nilai kearifan pemikiran tradisional. Bahkan pada awal abad ke 20, banyak orang barat yang menganggap Swastika sebagai simbol keberutungan.

Dalam sebuah buku yang membahas mengenai Swastika, Symbol Beyond Redemption disebutkan simbol tersebut sudah lama diadopsi berbagai kalangan dinegara barat. Pengarang buku tersebut, Steven Heller menunjukan beberapa bukti, seperti penggunaan simbol pada produk keluaran beberapa perusahaan disana.

“Coca-cola menggunakan simbol itu. Carlsberg juga menaruh simbol itu dibotol mereka,” urai Steven, pada artikel yang diterbitkan BBC, akhir Oktober 2014.

Tak hanya perusahaan, simbol itu juga diambil oleh anak-anak pramuka. Bahkan sebuah klub perkumpulan anak wanita di Amerika Serikat (AS) menamakan majalah keluaran mereka dengan nama Swastika. “Mereka juga kemudian mengirimkan simbol Swastika khusus, kepada pembeli majalah tersebut,” imbuh Steven.

Tanda Swastika juga digunakan unit militer AS selama perang dunia pertama. Simbol itu jelas terlihat pada pesawat tempur jenis RAF yang digunakan saat perang terjadi, pada tahun 1939.

Penggunaan simbol Swastika pada kalangan militer kemudian makin mengemuka, saat Nazi mengadopsinya dan menjadikan lambang pergerakan. Menurut Nazi mereka menggunakan simbol tersebut karena dalam bahasa India kuno, simbol itu bermakna mirip dengan apa yang mereka pahami sebelumnya, pada masa Bangsa Arya berkuasa. Mereka berasumsi simbol tersebut merupakan tanda tradisional yang juga digunakan bangsa Arya dalam meraih kejayaan.

“Tapi buat orang Yahudi, Swastika menjadi simbol ketakutan, tekanan, dan penindasan. Itu kemudian menjadi makna simbol yang sangat sulit untuk diubah,” kata Freddie Knoller, salah seorang Yahudi yang selamat dari pembantaian Nazi, saat perang dunia kedua terjadi.

Apa yang terjadi pada kasus Nazi sebenarnya merupakan ironi. Sebab bila merunut pada bukti arkeologis, tanda Swastika sebenarnya bukan melambangkan sisi kegelapan kehidupan. Tanda Swastika juga terbukti banyak digunakan berbagai golongan di barat seperti Yunani kuno, bangsa Celtic dan Anglo-saxon di Inggris, mulai dari Baltik hingga Balkan.

Kalau mau melihat lebih dalam, bisa mengunjungi Museum Nasional di Kiev, Ukrainia. Didalam museum tersebut tersimpan satu gambar Swastika kuno, yang diperkirakan dibuat tahun 1908. Gambar Swastika tersebut tertera pada sebuah gading gajah, yang diperkirakan dibuat pada masa Paleolitik. Artefak tersebut ditemukan di pemukiman Mezin, dekat perbatasan dengan Rusia.

Tera swastika tertua teridentifikasi berada pada sebuah tulang burung. Menurut tes karbon diperkirakan gambar tersebut sudah berusia 15.000 tahun lamanya. Pada tahun 1965, seorang paleontologi bernama Valentina Bibikova serupa dengan lambang salib yang bermakna kesejahteraan dan kelahiran.

Banyak orang kemudian memperkirakan sejarah Swastika yang ada, menunjukan makna positif sebenarnya yang terkandung didalamnya. Peter Madsen, pemilik toko tattoo di Kopenhagen mengatakan simbol tersebut berkaitan dengan mitologi kaum Norse di Skandinavia.

Peter kemudian menjadi salah satu pelopor Hari Swastika, yang diperingati tiap tanggal 13 November. Pada kesempatan tersebut biasanya para pembuat tatto akan membuat tanda Swastika secara gratis. Maksudnya untuk menumbuhkan kembali makna positif dari lambang tersebut. Namun ia menyangkal gambar Swastika yang diadopsinya merupakan lanjutan dari simbol serupa yang digunakan Nazi.

“Swastika sebenarnya merupakan simbol cinta, tapi Hitler telah mencorengnya,” kata Peter.

“Kami hanya ingin orang-orang kembali megnerti, kalau Swastika telah digunakan ratusan tahun silam sebelum Nazi menggunakannya. Dan sukur-sukur bisa melepaskannya dari ideologi fasis yang dikobarkan Nazi,” tambah Peter.

Tapi bagi para korban yang pernah terlibat dengan Nazi, tidak mudah mengganti arti gelap Swastika yang pernah terjadi. Menurut mereka tanda itu tetap merupakan simbol dari iblis. Namun mereka tak menyangkal kalau simbol tersebut bisa bermakna selain fasisme semata. (BBC/sulung prasetyo)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s