Korban Longsor Sri Lanka Menyusut

Terjadi koreksi dalam jumlah korban longsor yang terjadi di Sri Lanka baru-baru ini. Dalam pengumuman yang dikeluarkan Minggu (2/11/2014), pemerintah Sri Lanka menyebutkan angka korban hanya mencapai 38 orang.

Sebelumnya pemerintah Sri Lanka menyebut angka ratusan orang, diperkirakan menjadi korban pada bencana tanah longsor, yang menimpa perkebunan teh di Meeriyabedda, tengah pekan lalu. Namun setelah dilakukan upaya pencarian, dan pendataan korban hilang, ternyata jumlah korban terus menyusut hingga tersisa 38 orang.

Longsor menimpa perkebunan teh Meeriyabedda, yang berada 200 kilometer (km) di timur ibukota Sri Lanka , Colombo . Hujan deras yang terus turun membuat tanah menjadi longsor, dan menimbun daerah seluas 2 km diwilayah tersebut. Kedalaman tanah bisa mencapai 9 meter (m), menurut petugas setempat.

Hingga saat ini regu pencari masih melakukan tugasnya. Mereka juga dibantu oleh militer, dan alat-alat berat untuk mencari korban tertimbun. Selain itu anjing pencari juga dikerahkan. Sejauh ini baru enam jasad yang telah ditemukan dan ditangani selayaknya.

Kebingungan sempat melanda, saat data jumlah korban dipertanyakan. Menurut petugas jumlah korban diperkirakan mencapai ratusan, lantaran rumah pegawai dan sekolah yang ada disana turut terkubur juga.

Hujan karena angina muson kini terus terjadi dibagian Sri Lanka . Hampir keseluruhan wilayah Sri Lanka mengalami hujan selama beberapa minggu terakhir. Pada bencana serupa yang terjadi pada bulan Juni 2014, tercatat 22 orang menjadi korban. Diperkirakan hujan akan tetap turun besar dalam beberapa minggu ke depan, dan bencana longsor lanjutan kembali akan terjadi di Sri Lanka . (AFP/Xinhua/slg)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s