Warga Hong Kong Peringati Sebulan Demonstrasi

Ribuan demonstran kembali memenuhi jalan-jalan di Hong Kong, Selasa (28/10/2011) untuk memperingati satu bulan aksi protes yang telah dilakukan. Mereka tetap menyerukan demokrasi mutlak untuk pemilihan pemimpin Hong Kong dimasa depan.

Dalam siaran stasiun televisi setempat terlihat rombongan demonstran menggunakan payung, sebagai lambang protes. Kemudian juga dilakukan aksi hening selama 87 detik, untuk mengingat tindakan polisi yang pernah menembakan 87 gas air mata ke pemrotes sebelumnya.

Sebelumnya dialog antara demonstran dan pemerintah Hong Kong telah berhasil dilakukan. Namun hanya sedikit kesepakatan tercipta. Salahsatunya kesepakatan agar pemerintah Hong Kong membuat platform, yang akan menguji materi model pemilihan pemimpin Hong Kong dimasa mendatang, dan akan mengajukan ke pemerintah pusat di Tiongkok.

Pemerintah Tiongkok sendiri sebelumnya telah memutuskan kalau penduduk Hong Kong bisa memilih secara langsung pemimpin mereka. Namun calon pemimpin Hong Kong harus melewati proses seleksi dahulu di Tiongkok.

Banyak pihak menyayangkan keputusan pemerintah pusat Tiongkok tersebut. Termasuk kalangan pelajar dan mahasiswa yang kemudian membuat gerakan Okupasi Pusat, untuk merubah keputusan tersebut.

Sejauh ini pemerintah Tiongkok meminta agar negara-negara lain tak turut campur dalam demonstrasi di Hong Kong . Sebab menurut Tiongkok, masalah tersebut merupakan urusan dalam negeri mereka.

Pemerintah Tiongkok menganggap aksi demo tersebut merupakan tindakan illegal, dan harus segera dihentikan. Namun hingga sebulan setelahnya, bentuk demonstrasi terus terjadi disana.

Lamanya waktu demonstrasi menurut beberapa pengamat jelas membuat situasi ekonomi Hong Kong terus memburuk. Bisnis hotel, perdagangan kecil dan agen wisata merupakan sector yang paling terdampak. Bisnis hotel diperkirakan turun sebanyak 90 persen. Sementara penjualan turun sebanyak 80 persen.

“Jika demonstrasi terus terjadi, maka akan membuat tingkat kepercayaan pembeli akan makin turun, dan berdampak pada pendapatan masyarakat,” kata Matthew Cheung, Sekretaris Pekerja dan Kesejahteraan pemerintah Hong Kong .

Akhir pekan lalu, Aliansi Perdamaian dan Demokrasi (APD) akhirnya menandatangani kampanye ke penduduk Hong Kong, agar mau mendukung polisi memperbaiki kondisi sosial dan penegakan hukum. Tercatat hingga Selasa pagi, sudah ada 980.000 warga Hong Kong turut menandatangani permohonan tersebut.

Hingga kini pemrotes tetap menutup akses penting di Hong Kong . Termasuk jalan utama di pelabuhan utara pulau Hong Kong kecil dan daerah Mong Kok di Hong Kong besar.

Menurut Robert Chow, jurubicara APD para penandatangan konsesus tersebut memberikan mandat kepada polisi untuk penegakan hukum.

Namun menurut beberapa pengamat lain, ada 70 persen warga yang tidak mau menandatangani konsesus tersebut. Ketidaksetujuan itu menandakan masih kuatnya dukungan public terhadap aksi demonstrasi yang dilakukan pelajar dan mahasiswa. (BBC/Xinhua/slg)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s