Kapten Kapal Sewol Dituntut Hukuman Mati

Jaksa menuntut hukuman mati untuk kapten kapal ferry Sewol, yang menenggelamkan lebih dari 300 orang pada kejadian April 2014 lalu di semenanjung selatan Korea Selatan. Menurut jaksa, kapten kapal yang bernama Lee Joon-seok telah terlibat dalam upaya pembunuhan secara sengaja, dan gagal dalam melaksanakan tugas.

Pernyataan tersebut dikeluarkan sebagai konklusi dari jaksa, setelah melakukan persidangan kasus tersebut sejak Juni lalu. Tuntutan hukuman mati keluar setelah kekecewaan nasional menyeruak dan membuat kesengsaraan publik setelah upaya penyelamatan yang dilakukan dianggap tak berhasil dilakukan.
Kebanyakan yang tewas pada kejadian itu merupakan pelajar. Mereka sedang mengadakan perjalanan tur liburan. Tragedi diperkirakan terjadi lantaran berbagai kombinasi kejadian, mulai dari kru kapal yang tidak berpengalaman sampai kelebihan kapasitas muatan.
Kemarahan public makin memuncak saat diketahui, kalau kru kapal ternyata malah meninggalkan kapal yang akan tenggelam dengan penumpang didalamnya. Padahal sebelumnya justru kru kapal malah memerintahkan para penumpang untuk tetap berada didalam kapal.
Jaksa dalam tuntutannya mengatakan kalau Kapten Lee melarikan diri dari kapal tanpa membuat banyak upaya untuk menyelamatkan penumpang.
“Ia membuat banyak alasan dan berbohong. Ia tak menunjukan penyesalan, jadi kami meminta hukuman mati dijatuhkan kepadanya,” kata pernyataan jaksa dalam persidangan yang dilakukan Senin (27/10/2014).
Sejauh ini tak pernah ada orang dijatuhi hukuman mati di Korea Selatan, sejak tahun 1997 lalu.
Sepanjang masa persidangan yang dilakukan di kota Gwangju, Lee terus mengatakan kalau ia merasa bingung pada saat kejadian dan tidak sedang berada dalam kondisi normal saat insiden terjadi.
Saat Lee ditanyakan hakim, ia juga terus mengatakan kalau apa yang pernah diperintahkan tak lain untuk keselamatan para penumpang semata. Lee juga dianggap lalai, karena memberikan tugas penting sebagai pemegang kemudi kapal kepada kru yang tak berpengalaman.
Untuk para kru yang terlibat, jaksa juga menuntut tiga kru didalamnya dengan hukuman seumur hidup. Sementara 11 kru yang lain, direkomendasikan untuk menerima hukuman selama antara15-30 tahun penjara.
Hakim pengadilan diharapkan sudah mengeluarkan vonis terhadap kasus ini, sebelum November mendatang.
Penumpang kapal Sewol pada saat kejadian berjumlah 476 orang. Kapal terbalik saat melintas semenanjung selatan Korea, saat menuju pulau Jeju, pada tanggal 16 April. Hanya 172 penumpang yang bisa diselamatkan, termasuk kapten kapal dan 15 kru didalamnya.
Pengadilan terpisah juga dilakukan untuk para pegawai perusahaan Chonghaejin Marine Co, yang mengoperasikan kapal tersebut. Pemimpin perusahaan itu, Yoo Byung-eun kemudian sempat dikabarkan menghilang, hingga kemudian ditemukan dalam keadaan tewas mengenaskan. (AFP/BBC/slg)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s