Konflik Hong Kong Temui Titik Terang

Babak baru kesepakatan antara demonstran dan pemerintah di Hong Kong , tampaknya akan terjadi. Setelah para pemimpin kaum demonstran, Minggu (26/10/2014) mengumumkan penundaan pengambilan suara bebas melalui internet, mengenai penggagalan kebijakan cara pemilihan pemimpin Hong Kong oleh pemerintah pusat Tiongkok.

“Kami merasa tergesa-gesa melakukan voting tersebut,” kata Benny Tai, salah satu pendiri gerakan protes Okupasi Pusat.
“Maka kami memutuskan untuk menunda pengambilan suara tersebut, tapi keputusan itu bukan berarti gerakan telah terhenti,” tambah Benny.
Dalam keputusan yang disebarkan pemimpin gerakan Okupasi Pusat, menyebutkan rasa permohonan maaf mendalam kepada public, karena kesenjangan diskusi antara para demonstran, terhadap keputusan yang terjadi terakhir itu.
Keputusan penundaan tersebut diperkirakan banyak pihak, sebagai langkah maju kesepakatan antara kelompok demonstran dan pemerintah Hong Kong . Demonstrasi telah terjadi di Hong Kong selama tiga minggu lamanya. Ribuan demonstran yang terdiri dari mahasiswa dan pelajar setempat melakukan aksi duduk, dengan memblokir wilayah strategis antara kepulauan Hong Kong kecil dan besar yang bersatu dengan daratan Tiongkok.
Selasa lalu, wakil demonstran dan pemerintah akhirnya berhasil melakukan dialog. Meskipun tak banyak kesepakatan tercipta, namun wakil pemimpin dari pemerintah Carrie Lam menawarkan akan mengirimkan laporan kepada pemerintah pusat Tiongkok untuk menggambarkan pandangan dari kelompok demonstran. Kemudian Carrie juga menjanjikan sebuah platform untuk memfasilitasi dialog mengenai perubahan konstitusional dimasa mendatang.
Banyak pihak merasa keberatan dengan adanya demonstrasi di Hong Kong. Salahsatunya adalah Sekretaris Keuangan Hong Kong, John Tsang. Dalam blog miliknya Tsang pada hari Minggu megnatakan gerakan Okupasi Pusat yang kini sedang terjadi akan membuat rusaknya operasional pemerintahan dan penegakan hukum.
Tindakan para demonstran yang memblokir akses-akses penting jelas akan merugikan ekonomi Hong Kong . Selain itu sector pemerintahan dan penegakan hukum akan menerima getahnya.
Tsang kemudian mengumandangkan ucapan seorang Profesor hukum dari Universitas Hong Kong, Albert Chen yang menyatakan konflik yang terjadi saat ini, jelas membuat kredibilitas Hong Kong menjadi turun.
Tak hanya kelompok pemerintah mengkritisi gerakan demonstrasi Hong Kong, banyak kalangan pengusaha Hong Kong juga menyampaikan keberatan yang sama. Seperti Li Ka-shing, Kepala Cheung Kong (Holdings) Limited mengatakan agar kaum demonstran kembali saja kerumah masing-masing. Sebab bila kesepakatan Hong Kong dan Tiongkok tak berjalan maka akan mengakibatkan kepedihan mendalam bagi region tersebut.
Sementara konglomerat Hong Kong lain, Lee Shau-kee mengkritisi gerakan demonstran sebagai aksi pengrusakan yang tak hanya berdampak pada ekonomi Hong Kong , juga keuangan dan aspek sosial. Selain juga merusakan reputasi Hong Kong dimata dunia internasional. (BBC/Xinhua/slg)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s