Dialog Pemerintah-Demonstran Hong Kong Stagnan

Dialog antara demonstran dan pemerintah di Hong Kong, akhirnya benar terjadi pada Selasa (21/10/2014). Namun hanya sedikit kesepakatan terjadi, dan pihak pemerintah berharap dapat melakukan dialog kembali dengan para wakil dari demonstran.

Pertemuan terjadi di Akademi Kesehatan Hong Kong, dengan dimoderatori oleh Leonard Cheng, Presiden dari Universitas Lingnan. Awak media hanya bisa melakukan sesi lima menit fotografi dan dokumentasi, sebelum akhirnya melihat secara langsung melalui siaran khusus.

Pihak dari pemerintah diwakili oleh lima orang. Kepala Sekretaris Kabinet, Carrie Lam turut hadir. Juga ada Sekretaris bidang Hukum Rimsky Yuen, serta Sekretaris bidang Konstitusional dan Hubungan Kepulauan Besar, Raymond Tam. Sisanya ada asisten Raymond, Lau Kong-wah dan Direktur Kantor Istana Edward Yau.

Sementara wakil dari demonstran juga berjumlah lima orang, yaitu Alex Chow, dan Lester Shum dari Federasi Pelajar dan Mahasiswa Hong Kong. Serta ada wakil dari pemrotes yaitu Eason Chung, Nathan Law, dan Yvonne Leung.

Dialog terjadi pada pukul 18:00 waktu setempat, dengan focus pembicaraan pada sistem pemilihan pemimpin Hong Kong yang dituntut oleh para demonstran.

Pembicaraan dimulai dengan pandangan dari Carrie Lam. Dimana ia sebagai wakil dari  pemerintah merasa bangga dengan keinginan bertahan para mahasiswa dan pelajar dalam memperjuangkan demokrasi. Namun menurutnya seharusnya keinginan tersebut dilakukan dengan langkah yang tak melanggar hukum, adil dan menggunakan pendekatan yang masuk akal. Ia juga meminta agar demonstran meninggalkan lokasi protes yang selama ini terjadi, karena hal tersebut tak akan merubah reformasi konstitusi.

“Pilihan yang diajukan pemerintah pusat di Tiongkok seharusnya disadari lebih baik, ketimbang keinginan serupa yang tak akan pernah terjadi dibawah pemerintahan kolonial Inggris,” kata Carrie.

Menurut wakil dari mahasiswa, Alex Chow masih banyak warga Hong Kong dengan keputusan yang dikeluarkan pemerintah pusat Tiongkok, mengenai sistem pemilihan pemimpin di Hong Kong. Dan menurutnya sistem yang ditentukan oleh pusat tersebut sebenarnya tak adil, untuk pendudukan kalangan marginal yang memiliki pendapatan rendah.

Dalam keptuusan yang dikeluarkan pemerintah Tiongkok, pemilihan pemimpin Hong Kong akan dilakukan secara langsung. Namun kandidat pemimpin akan dipilih dahulu oleh pemerintah pusat di Tiongkok.

Chow juga menambahkan kalau keputusan dari Tiongkok seharusnya masih bisa direvisi. Sebab bila masih dijalankan, maka jelas kandidat dari kalangan pro demokrasi akan habis dilibas, saat mengikuti pemilihan kandidat pemimpin di pemerintah pusat nantinya.

Namun menurut Rimsky Yuen, keseluruhan orang yang hadir dalam dialog tersebut seharusnya mengerti kalau Hong Kong saat ini merupakan wilayah administrasi khusus, yang berada dibawah pemerintahan Tiongkok. Pemerintah pusat memiliki tanggung jawab dan kekuatan untuk menangani isu pengembangan konstitusi di Hong Kong.

Hingga akhirnya dialog selesai dilakukan selama dua jam. Tak banyak kesepakatan tercipta antara pemerintah dan mahasiswa. Sesaat setelah meninggalkan lokasi dialog, Carrie mengatakan akan mengatur ulang dialog kembali dengan mahasiswa di waktu mendatang. (Xinhua/BBC/slg)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s