Demonstran Hong Kong Sangkal Ditunggangi Asing

Aktivis pro demokrasi menyangkal dengan keras tuduhan yang dilontarkan pemimpin Hong Kong, CY Leung mengenai kemungkinan adanya keterlibatan asing, dalam aksi protes yang dilakukan beberapa waktu terakhir ini. Tokoh aktivis dari mahasiswa, Alex Chow, Senin (20/10/2014) mengatakan komentar CY Leung tak bisa dipertanggung jawabkan, serta tak ada bukti yang bisa dipertunjukan untuk mendukung pernyataan tersebut.

Dalam wawancara yang dilakukan pada sebuah stasiun televisi lokal, ATV, Leung mengatakan para demonstran bukan murni gerakan domestik, ada kekuatan dari luar yang terlibat. Namun Leung mengelak saat diminta data detail mengenai nama dari negara luar negeri yang terlibat.

Chow dari Federasi Pelajar dan Mahasiswa Hong Kong mengatakan pernyataan yang menyebutkan adanya penyusupan pada gerakan sebelum dialog berhasil dilakukan, menunjukan kalau CY Leung berencana menghancurkan gerakan secara keseluruhan.

“Ini masalah murni penduduk Hong Kong, berkait dengan siapa saja yang tinggal di Hong Kong, siapapun yang mencintainya, dan siap berdiri melawan rejim,” imbuh Chow.

Pemerintah pusat Hong Kong di Tiongkok terus memperingati agar negara-negara lain, tak mencampuri urusan di Hong Kong. Menurut Tiongkok masalah di Hong Kong murni urusan dalam negeri. Menurut beberapa pengamat di Tiongkok, pemerintah bisa mengajukan keberatan secara hukum bilamana ada negara lain yang terindikasi memiliki kaitan dengan gerakan pro demokrasi di Hong Kong.

Sejak awal bulan ini ribuan demonstran memenuhi wilayah-wilayah penting di Hong Kong, untuk melakukan protes. Demonstran yang kebanyakan berasal dari kalangan mahasiswa dan pelajar mengajukan tuntutan demokrasi mutlak terhadap pemimpin Hong Kong. Sebelumnya pemerintah pusat di Tiongkok memutuskan masyarakat Hong Kong bisa memilih pemimpin secara langsung, namun kandidat harus melewati proses seleksi di Tiongkok dulu.

Bentrok kedua kali antara demonstran dan polisi akhirnya pecah kembali, akhir minggu lalu. Tercatat 33 orang pemrotes ditangkap, dan 18 polisi mengalami luka-luka. Demonstran yang ditangkap kebanyakan berada di daerah Mong Kok.

Hingga terakhir Leung masih belum bisa mengonfirmasi langkah yang akan dilakukan pemerintah. Namun ia mengatakan perlunya waktu untuk berunding dengan masyarakat, terutama mahasiswa.

“Apa yang ingin saya lihat adalah perdamaian dan makna untuk menyelesaikan masalah ini,” kata Leung.

Menurut Leung para aktivis akhir-akhir ini terasa sudah keluar dari kontrol. Bahkan orang-orang yan gmemulainya juga sudah mulai habis kesabaran. “Kehilangan kontrol tersebut dimungkinan karena sepertinya mereka tak bisa menyelesaikan tujuan gerakan ini, yang mana seharusnya menjadi target utama,” imbuh Leung.

Pemimpin dari mahasiswa dan pejabat pemerintah di Hong Kong akhirnya sepakat untuk mengadakan dialog pada Selasa (21/10). Dialog tersebut rencananya akan disiarkan secara langsung di televisi lokal. (BBC/Xinhua/slg)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s