33 Demonstran Hong Kong Ditangkap

Bentrok antara polisi dan demonstran di Hongkong, kembali terjadi akhir pekan lalu. 33 orang ditahan, dan 18 polisi mengalami luka-luka. Menurut rencana, Selasa (21/10/2014) mendatang dialog akan terjadi antara pemerintah dan mahasiswa.

Massa demonstran yang tetap menuntut pro demokrasi terjadi dalam pemilihan pemimpin di Hongkong, kembali mengalami bentrokan dengan polisi Jumat malam dan Sabtu pagi. Bentrok terjadi didaerah Mong Kok, menyusul kejadian bongkar paksa tenda yang dimiliki demonstran disana.

Komisioner Polisi Hong Kong, Andy Tsang mengatakan pihak kepolisian tidak mendiamkan siapa saja yang berpartisipasi dalam kegiatan melawan hukum, melecehkan tugas kepolisian dan secara illegal mengambil alih wilayah public.

“Semua tindakan illegal tersebut (demonstrasi-red) adalah melawan hukum, dan patut digarisbawahi tak akan pernah sukses di Hong Kong,” ujar Tsang.

Ia juga menekankan selama ini pihak kepolisian sudah cukup toleran dengan segala tindakan yang dilakukan demonstran selama tiga minggu terakhir. Hingga tengah malam Minggu, polisi masih bentrok dengan pemrotes, memukuli mereka dengan tongkat karet dan menyemprotkan gas air mata. Menurut data dari kepolisian, total 33 orang ditangkap pada rusuh tersebut dan setidaknya 18 anggota kepolisian mengalami luka-luka.

Kepala Sekretaris Kabinet Hong Kong, Carriel Lam mengatakan pemerintah sudah merencanakan pembicaraan formal dengan wakil dari mahasiswa yang berpartisipasi dalam kegiatan Okupasi Pusat, pada Selasa mendatang. Masing-masing akan diwakili oleh lima orang, dan akan disiarkan secara langsung melalui televisi lokal.

Lam menekankan bahwa pemerintah akan melakukan dialog dengan hati terbuka. Ia juga mengatakan kalau Sekretaris masalah Hukum, Rimsky Yuen dan Sekretaris masalah Konstitusi, Raymond Tam akan turut hadir dalam dialog tersebut.

Lam juga mengingatkan agar pengembangan konstitusional yang dibicarakan dalam dialog harus bisa sejalan dengan keputusan Komite Pembina Kongres Rakyat Nasional (NPCSC) Tiongkok. Ia juga mengatakan demonstran yang ditangkap pada kerusuhan akhir minggu lalu, disebabkan karena mereka memblokir jalan umum, sehingga dianggap mengganggu kenyamanan publik.

Sementara itu dikesempatan terpisah, Konselor Luar Negeri Tiongkok, Yang Jaechi mengatakan kasus di Hong Kong sudah masuk dalam teritori masalah dalam negeri. Sehingga menurutnya tak ada negara lain yang dapat mengusiknya.

“Kami sangat yakin semua yang dilakukan aktivis Okupasi Pusat telah melanggar hukum dan mengganggu kondisi sosial setempat,” ujarnya.

Menurutnya keputusan NPCSC sudah final. Jadi tak ada yang seharusnya dirubah lagi. Semua keputusan tersebut menurutnya sudah sesuai dengan perjanjian penyerahan Hong Kong kepada Tiongkok dari Inggris. Bahwa rakyat Hong Kong bisa langsung memilih pemimpin, setelah kandidat pemimpin disetujui oleh pemerintah pusat Tiongkok.

Mahasiswa sendiri memprotes keputusan tersebut, dan menuntut adanya pemilihan umum pemimpin yang mutlak, tanpa adanya campur tangan dari pemerintah pusat Tiongkok. (Xinhua/BBC/slg)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s