Ebola Sebagai Alat Bioterorisme?

ebolaWabah ebola terus menjadi perbincangan, apalagi setelah Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan bisa 10.000 kasus terjadi tiap minggu, hingga akhir Desember 2014.

Ketakutan mulai merebak, sebab bisa jadi penyakit yang berasal dari virus ini sama kejamnya dengan kejadian menyebarnya AIDS di dunia. Spekulasi kemudian bermunculan, salah satunya menyebut kalau penyakit tersebut sebenarnya tipuan belaka, dan merupakan alat teroris untuk menyebarkan petaka.

Sejauh ini, virus ebola telah membunuh 4.447 orang didunia. Penyebarannya juga telah makin mendunia, mulai dari karena pendatang di Amerika Serikat (AS), hingga perawat di Spanyol. Satu yang jelas, 70 persen dari orang yang terinfeksi penyakit ini akan menemui ajal.

Kemudian mulai berkembang beberapa teori konspirasi dibelakangnya. Mulai dari keterlibatan Palang Merah Internasional, hingga celoteh pemusik yang makin membuat segalanya jadi semrawut.

Isu pertama yang kuat menyebar mengenai keterlibatan Palang Merah Internasional dalam penyebaran virus tersebut. Awalnya lantaran Palang Merah banyak membantu dalam proses pencegahan dan pengobatan orang-orang yang terinfeksi penyakit tersebut di daratan Afrika. Banyak orang kemudian menyangka penyakit tersebut merupakan isu yang disebarkan Palang Merah, agar keterlibatan mereka bisa berlangsung makin lama.

Isu tersebut makin santer saat media seperti The Event Chronicle menyatakan kalau virus itu sebenarnya tak eksis dan pemerintah AS sebenarnya berbohong. Dalam laporan itu juga disebutkan kalau Palang Merah melakukan aksi konspirasi bersama AS untuk mencuri sumber minyak dan berlian, yang banyak berada di Afrika. Bukti yang ada menyeutkan hanya orang yang mendapatkan terapi dan pengobatan dari Palang Merah kemudian menemui ajal, dan terinfeksi penyakit tersebut. Maka wajar bila kemudian pemerintah Liberia dan Nigeria menendang keluar Palang Merah dari keterlibatan penanganan ebola di wilayah mereka.

Isu lain menyebutkan kalau ebola sebenarnya kesalahan pengobatan, yang melibatkan AS juga. Dalam isu tersebut dibilang sebenarnya ebola merupakan perluasan dari kesalahan pemakaian obat vaksi MMR, yang kemudian menumbuhkan penyakit autisme.

Seperti diungkapkan dalam laporan Keamanan Kesehatan Anak, yang mempertanyakan penyebaran virus ebola yang tiba-tiba terjadi, dan akan menyerang AS juga. Padahal pada saat bersamaan terjadi kasus kesalahan pemakaian obat MMR pada anak di AS. Kemungkinan saat kesalahan itu benar-benar terjadi, maka pemerintah AS menyebarkan isu ebola untuk menutupinya.

Teori konspirasi ebola yang terbaru, merupakan alat untuk bioteroris. Menurut isu yang disebarkan Daily Observer, sebuah Koran terkemuka di Liberia menyebutkan ebola bisa digunakan sebagai alat aksi terorisme melalui penyakit.

Sementara Washington Post pernah menyebutkan kalau Kementerian Pertahanan AS telah mengembangkan cara baru, untuk menekan angka kriminal di Afrika. Banyak orang kemudian memperkirakan cara baru tersebut adalah dengan menyebarkan virus mematikan, yang kemudian disebut sebagai ebola.

Sementara penyanyi Rap bernama Chris Brown lebih punya asumsi yang mengagetkan. Lantaran dalam status media sosial yang dimilikinya, Brown secara aklamasi menyebutkan ebola hanyalah alat untuk mengontrol populasi di Afrika.

Dalam twit yang disebarkan ia menyebut kalau ebola hanya semacam epidemik yang digunakan untuk mengontrol populasi manusia yang makin besar di Afrika.

Meskipun terdengar konyol dan tak masuk akal, kaena Brown tidak memiliki latar belakang ataupun penelitian dibelakang pernyataannya, namun twit Brown terlanjur telah tersebar ke 13,6 juta pengikutnya.

Terakhir Brown kembali mengatakan dalam twit kalau ia merasa dipersalahkan karena menyebarkan isu tersebut, dan kemudian menghapus pesan tersebut. Namun apa daya, setidaknya 10.000 retwit telah dilakukan pengikutnya mengenai kemungkinan yang disebutkan Brown semula. (IBTIndia/WallStreetJournal/slg)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s