Letusan Mayon Menunggu Waktu

Lelehan lava yang kini keluar dari kawah gunung Mayon, di Philipina menunjukan letusan hanya tinggal menunggu waktu. Menurut Institut Vulkanologi dan Seismologi Philipina (Phivolcs), lelehan lava menunjukan adanya konsentrasi gas yang mendorong lava baru keluar kawah. “Diperkirakan makin lama, lava baru tersebut akan terdorong keluar dan menciptakan erupsi,” kata Ed Laguerta, vulkanologis dari Phivolcs, Rabu (15/10/2014).

Menurut Ed juga, karena indikasi tersebut maka pihaknya memutuskan tidak menurunkan status gunung berapi itu. Sebab bila lelehan lava terus membesar, maka akan tercipta gempa dan gerakan tanah. Hingga kini status gunung Mayon berada pada level 4, yang berarti erupsi besar akan terjadi beberapa jam atau hari mendatang.

Menurut Ed terdapat perubahan perilaku letusan Mayon, yang membuat para ahli vulkanologi menjadi makin sulit untuk memprediksi. Namun yang jelas kondisi istirahat gunung itu dari letusan tampaknya akan segera berakhir.

Phivolcs meningkatkan status Mayon menjadi level 3, pada 15 September lalu. Saat itu kawah terlihat makin merah, karena lava mendesak ke permukaan.

Pada 12 Oktober terlihat lava mulai meleleh sejauh 350 meter dari kawah gunung, kearah tenggara gunung menuju daerah Bonga Gully. Dilanjutkan sehari setelahnya tercatat dentuman dan gempa vulkanik mulai terjadi. Pada 15 Oktober kembali gunung itu menurunkan aktivitas, karena hanya ada empat aktivitas guguran tanah yang terobservasi.

Sementara itu pihak angkatan bersenjata Philipina segera menutup akses menuju gunung Mayon dari berbagai arah. Menurut Kolonel Raul Farnacio penutupan akan terus dilakukan hingga status Mayon diturunkan menjadi level 2.

Hingga kini terlihat tentara terus berpatroli, mencegah warga mendekati daerah kaki gunung yang dianggap berbahaya. “Kami harus memastikan warga tidak kembali ke rumah yang berada di zona berbahaya, dan memastikan mereka mendapatkan perlindungan dan fasilitas yang memadai di pengungsian,” kata Raul.

Pihak Departemen Kesejahteraan Sosial dan Pembangunan Philipina turut memastikan logistik dan perlengkapan untuk pengungsi dapat stabil terjaga. Mereka mempersiapkan 22.350 paket makanan yang akan didistribusikan kepada pada pengungsi.

Namun banyak pengungsi yang berasal dari daerah Albay, mengeluhkan minimnya kiriman makanan terhadap mereka. Menurut wakil dari Departemen Sosial, Corazon Soliman pengiriman makanan terhambat karena sulitnya transportasi menuju lokasi pengungsian. Namun menurutnya proses pengiriman makanan akan segera terakomodasi setelah jalur transportasi bisa dibuka lebih besar. (Rappler/MSN/slg)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s