Israel Tolak Pengakuan Inggris Terhadap Palestina

Israel mengirimkan peringatan setelah parlemen Inggris secara aklamasi mengakui adanya negara Palestina. Menurut Israel pengakuan tersebut membuat rencana perdamaian di wilayah itu kembali tak jelas.

Daniel Taub, Duta besar Israel untuk Inggris mengatakan pengakuan itu membuktikan tingginya perasaan frustasi yang dialami negara-negara, dalam menciptakan perdamaian di timur tengah. Namun menurutnya seharusnya tak perlu bagi pihak Inggris menganggap makin besarnya domisili orang Israel di tanah Palestina menjadi pangkal masalah.

“Kami memiliki populasi yang tumbuh secara alami,” kata Daniel, Rabu (15/10/2014).

Lalu menurutnya mengapa hal tersebut menjadi pertanyaan besar untuk kelanjutan Palestina? “Orang Yahudi bisa hidup secara berdampingan dengan orang Palestina sebagai tetangga,” tambahnya.

Dalam pengambilan suara yang dilakukan sehari sebelumnya, parlemen Inggris secara aklamasi memilih mengakui adanya negara Palestina. Dalam pengambilan suara itu, ada 274 suara setuju dan hanya 12 suara yang menolak.

Meskipun hasil pemilihan tidak secara mutlak akan menjadi kebijakan pemerintahan, namun pengakuan tersebut jelas mengecewakan Israel , dan dikhawatirkan akan menjadi pembantu lahrinya kekuatan baru di Palestina.

Graham Morris, wakil di parlemen dari Partai Buruh mengatakan keputusan tersebut merupakan bukti perlunya pengaturan ulang negara Palestina, seiring dengan kontribusi dari Israel untuk menciptakan perdamaian di wilayah tersebut.

“Tanpa adanya pengakuan terhadap Palestina, dan kontribusi dari Israel maka mungkin perdamaian tak akan pernah terwujud,” kata Graham.

Dalam pengambilan suara, wakil dari faksi konservatif dan liberal democrat memutuskan abstain. Hal itu menunjukan adanya kemungkinan persetujuan secara tersembunyi dari faksi liberal democrat, yang sebelumnya menolak negara Palestina.

Menteri Timur Tengah Inggris, Tobias Ellwood mengatakan keputusan pengakuan terhadap Palestina menjadi prioritas sebagai proses menuju perdamaian.

Namun pernyataan tersebut ditolak mentah-mentah oleh pemerintah Israel . Dalam pernyataan tertulis yang disebarkan pemerintah Israel disebutkan keputusan tersebut terhitung prematur.

“Dan keputusan itu juga justru mencegah terjadinya perdamaian antara kedua pihak,” urai keterangan itu lagi.

Dalam pidato yang dilakukan dua hari sebelumnya, Menteri Pengembangan Internasional Inggris, Alan Duncan mengatakan ekspansi domisili penduduk Israel yang menjadi sebab keputusan pengakuan terhadap negara Palestina terjadi.

“Memiliki pemukiman illegal tak dapat diterima secara mudah dimanapun dan semua yang mendukung, sebaiknya dianggap sebagai ekstrimis,” kata Duncan .

Dan menurut Duncan , pemerintah Israel telah melakukan proses pembiaran terhadap pembukaan wilayah-wilayah pemukiman illegal bagi warga negaranya di daerah milik Palestina. Kini setidaknya ada 500.000 orang Yahudi tinggal di 100 pemukiman illegal, setelah Israel mengokupasi West Bank dan Jerusalem Timur pada tahun 1967. (BBC/AFP/slg)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s