Kemenangan Morales untuk Anti Imperialis dan Kolonialis

Para pemimpin negara di Amerika Selatan mengucapkan selamat kepada Evo Morales. Proses hitung cepat pada Senin (13/10/2014), Morales secara meyakinkan kembali terpilih menjadi Presiden Bolivia .

Penghitungan cepat sementara menempatkan Morales pada urutan pertama dengan 60 persen suara. Diikuti dengan rival terdekatnya meraih 25 persen suara. Karena sudah melebihi ketentuan pemilih lebih 50 persen suara, maka putaran kedua pemilihan Presiden Bolivia ditiadakan.

Menanggapi kemenangan tersebut, Presiden dari Argentina, Nikaragua, Uruguay dan Venezuela segera mengucapakan selamat dan pengharapan baik kepada Morales.

Presiden Nikaragua, Daniel Ortega mengatakan keberhasilan Morales memimpin suara menggambarkan proses pembebasan sesungguhnya memang benar terjadi di region tersebut.

Sementara Presiden Argentina , Cristina Fernandez de Kirchner dan pemimpin Uruguay , Jose Mujica secara langsung mengucapkan selamat kepada Morales.

Presiden Venezuela , Nicolas Maduro menuliskan seri pesan di akun twitter miliknya. Dalam pesan berbahasa Spanyol tersebut ia mengucapkan selamat kepada kepemimpinan Morales.

“Kemenangan Evo merupakan kemenangan besar bagi tanah Amerika Selatan, dari Venezuela kami mengirimkan pelukan dan ucapan selamat, mari bersulang atas kemenangan ini!” tulis Maduro.

Sanchez Ceren, Presdien Salvador juga menuliskan tweet atas kemenangan Morales. Ia mengatakan kemenangan itu akan memperkuat demokrasi, “ Bolivia menghidupkan harapan bagi Amerika Latin dan dunia,” ujarnya.

Presiden Morales sendiri melalui istana kepresidenan di La Paz mengucapkan terimakasih kepada para pendukungnya. “Ini adalah kemenangan untuk kaum anti imperialis dan anti kolonialis,” katanya.

Ia juga mendedikasikan kemenangan tersebut kepada Presiden Kuba, Fidel Castro dan Presiden Venezuela pendahulunya, Hugo Chavez.

Morales terus meningkatkan ekonomi negaranya, sejak mengambil alih kursi jabatan kepresiden pada 2006 lalu. Ia memanfaatkan komoditas kesejahteraan Bolivia untuk mereduksi tingkat kemiskinan. Namun ia juga dikritisi karena kurang mampu menurunkan angka korupsi.

Para pengkritis Morales menuduhnya menggunakan jutaan dollar dana pemerintah, untuk mendanai kampanyenya. Selain itu Morales juga dianggap kurang ramah lingkungan, karena banyak industri baru yang dibuatnya tidak mengindahkan kelestarian lingkungan.

Rival terdekat Morales, Samuel Doria Medina menjanjikan pembersihan pengadilan karena diindikasikan banyak pelaku kriminal berlindung dibelakangnya. Seperti diketahui Bolivia merupakan salah satu pengekspor narkoba jenis kokain terbesar di dunia.

Partai MTS (Movement Toward Socialism) yang berada dibelakang Morales mengharapkan kemenangan tersebut juga diikuti dengan kemenangan di parlemen. Bila benar partai tersebut bisa meraih dua pertiga dari kursi yang tersedia, maka bisa saja Morales kembali dipilih untuk menjadi presiden untuk ke empat kalinya. (BBC/Guardian/slg)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s