Pencarian Korban Ontake Terhalang Salju

Regu penyelamat hingga Senin (13/10/2014) masih meneruskan pencarian terhadap korban letusan gunung Ontake, Jepang. Jumlah korban tewas terakhir sudah mencapai angka 55 orang.

Kini para penyelamat terus menghadapi halangan dalam pencarian. Termasuk datangnya badai dan kondisi tutupan abu vulkanik tebal dilapisan tanah. Salah seorang petugas dari Departemen Kepolisian Metropolitan Jepang mengatakan masalah menjadi makin rumit, karena tutupan abu vulkanik tersebut kadang tidak diketahui dasarnya sama sekali.

Hingga awal pekan lalu, regu pencari sudah menerapkan strategi berpindah untuk membawa korban turun ke bawah gunung. Dengan strategi tersebut para penyelamat membuat jaringan tali yang terkoneksi dan dapat digunakan tiap saat membawa korban. Sampai Jumat kemarin sudah ada 550 orang yang ambil bagian dalam operasi tersebut. Jumlah itu merupakan yang terbesar selama ini ada.

Salah satu daerah yang paling sulit dilacak merupakan kolam Ichinoike. Dimana kolam tersebut kini sudah tertutup abu, dan tidak diketahui kedalamannya lagi. Dalam beberapa upaya para pencari terpaksa harus berjalan dengan seluruh badan terendam lumpur abu vulkanik.

“Kami telah melakukan banyak persiapan dan selalu berbagi informasi, tapi kami tak dapat membayangkan kalau lumpur abu vulkanik sedemikian beratnya,” kata Matsumoto, seorang anggota regu penyelamat.

Masalah terus bertambah dengan berbagai kemungkinan serangan penyakit, yang kerap menghinggapi pendaki pada daerah ketinggian. Dikabarkan setidaknya lima orang anggota regu pencari terindikasi mengalami gejala awal hipotermia (penyakit karena ketinggian-red).

“Keadaan makin sulit karena kami harus mencari dengan menggali area tersebut dengan tangan atau tongkat,” tambah Matsumoto.

Kebanyakan daerah menurutnya curam dan licin, terutama daerah dekat kawah yang paling dianggap berbahaya. Pada Jumat lalu, regu pencari tak menemukan satu jasadpun. Meskipun diperkirakan masih ada beberapa tubuh yang tertimbun di daerah tersebut.

Pencarian menurut rencana akan terus dilakukan, terutama terfokus diarea sekitar daerah Kengamine, titik tertinggi puncak Ontake. “Kami ingin mencari secepatnya sebelum cuaca, gas beracun atau kondisi buruk lain datang menghampiri,” tambahnya.

Menurut data dari otoritas di Kiso, Prefektur Nagano kemungkinan pencarian akan makin berat karena hujan salju akan mulai turun. Data dari tahun lalu, hujan salju pertama kali turun pada tanggal 6 Oktober.

“Ketika temperature memasuki musim dingin, maka ada kemungkinan letusan gunung akan dibarengan dengan luncuran salju,” kata Hiroki Matsushita, peneliti dari Pusat Penelitian Luncuran Salju dan Tanah Longsor, di Myoko, Jepang.

Bahaya akan makin besar saat salju yang ada di puncak gunung, terguncang karena letusan dan mengakibatkan luncuran salju berjumlah besar turun ke bawah gunung. (japantoday/np/slg)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s