Morales Diperkirakan Lanjutkan Kepemimpinan Bolivia

Otoritas Bolivia terus bersiap untuk pemilihan umum (pemilu) yang akan dilakukan Minggu (12/10/2014). Sampai terakhir Evo Morales, memimpin hitungan perolehan suara dari berbagai lembaga penelitian setempat.

Total 5.973.901 warga Bolivia terdaftar ikut serta dalam pemilu tersebut. Selain itu 272.058 warga Bolivia yang ada diluar negeri, juga bisa ikut serta dalam pemilihan presiden secara langsung, namun tak dapat memilih anggota legislatif. Tercatat jumlah pemilih terbesar berada didaerah La Paz , Santa Cruz dan Cochabamba .

Lembaga penelitian IPSOS memperkirakan Evo Morales, yang juga Presiden Bolivia sebelumnya akan memimpin peraihan suara dengan angka 59 persen. Morales kali ini akan menjadi kandidat dari Partai Sosialis Bolivia (MAS). Kandidat berikutnya yang akan menjadi lawan kuat Morales, adalah Samuel Doria Medina. Ia merupakan seorang pengusaha yang menjadi kandidat melalui Partai Persatuan Demokrasi (UD). Medina diperkirakan akan meraih 18 persen suara.

“Kapitalisme tak akan bertahan lama di Bolivia,” kata Lucio Choquehuanca, guru dipesisir danau Titicaca menanggapi kemungkinan kemenangan Morales.

Menurutnya ia sudah melihat hal tersebut dari beberapa dekade lalu. Kebangkitan paham sosialis menurutnya mulai terlihat saat mantan Presiden Hugo Chavez terpilih. Lalu diteruskan oleh Morales sekarang ini.

Pada realitasnya sejak kepemimpinan Morales, ekonomi Bolivia terus mengalami kemajuan. Bank Dunia memprediksi pertumbuhan ekonomi Bolivia bisa mencapai rata-rata 5 persen per tahun. Angka tersebut membuat Bolivia sebagai salahsatu negara di Amerika Selatan yang memiliki pertumbuhan ekonomi tertinggi.

“Ini salah satu model yang menarik,” kata Luis Arce, Menteri Pendidikan Keuangan Inggris.

“Kami kira menggunakan berbagai sumber daya nasional, memiliki keuntungan lebih besar daripada mengharapkan keuntungan dari korporasi transnasional, seperti yang dilakukan pemerintah sebelumnya,” analisa Luis lagi.

Menurut Direktur Perusahaan Coca-Cola Bolivia , Humberto Zogbi kenaikan pertumbuhan dinegara tersebut tak lepas dari kebijakan pemerintahan yang membuka secara bebas berbagai pasar yang ada disana.

“Sekarang Bolivia adalah negara yang total terbuka, dengan ekonomi pasar yang terus meningkat dan perbaikan pada penanganan keuangan public,” tutur Humberto.

Sementara Carlos Toranzo, pengamat politik dan ekonomi dari Bolivia mengatakan peningkatan pertumbuhan terjadi karena langkah nasionalisasi  produk hidrokarbon, yang digabungkan dengan kenaikan harga gas, sehingga memperceoat kenaikan pemasukan negara. Langkah tersebut juga menumbuhkan kelas konsumen yang lebih tinggi, peningkatan kebutuhan, skema transfer uang kas, pekerjaan publik, dan kepemilikan satelit pertamakali di Bolivia . Segala hal itu yang kemudian membuat banyak orang kembali akan memilih Morales.  (FT/Telesur/slg)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s