Korupsi Sarkozy Berulang Kali

Serangan terhadap kemungkinan korupsi yang dilakukan mantan Presiden Perancis, Nicolas Sarkozy terus terjadi. Selain tuntutan korupsi pengadaan helikopter ke Kazhkhstan, Sarkozy juga ditengarai membiarkan korupsi terjadi dalam pengelolaan dana kampanye pemilihan dirinya sebagai Presiden. Kasus tersebut diperkirakan juga akan menyeret mantan Presiden Libya, (alm) Moamar Gadaffi dan pemimpin Pakistan .

Keseluruhan kasus korupsi tersebut terkait dengan kemampuan Sarkozy sebagai konsultan atau makelar masalah. Seperti pada kasus penjualan 45 helikopter ke Kazakhstan . Sarkozy menerima kompensasi sebagai konsultan untuk penyelesaian masalah para pengusaha Kazakhstan yang bermasalah di Belgia. Dengan melakukan tekanan pada parlemen Belgia, maka para pengusaha Kazakhstan bisa lolos dari tuntutan, dan kemudian bisa membeli 45 helikopter Perancis untuk Kazakhstan . Sementara Sarkozy mendapatkan komisi sebagai konsultan sebesar US$ 380.000.

Menurut sumber dari harian Le Monde, perilaku Sarkozy tersebut sebenarnya juga dilakukan sebelum menjadi Presiden. Saat ia menjadi konsultan untuk kemenangan kandidat Presiden Edouard Balladur pada tahun 1995. Saat itu ia terlibat dalam urusan penjualan senjata ke Pakistan .

Olivier Maingain, Presiden dari Partai Francophone Democratic Federalists, mengatakan bukti-bukti keterlibatan Sarkozy dalam korupsi sangat kuat. Seperti penjelasannya pada harian Le Canard Enchaine, ia menyebutkan pada tanggal 18 Oktober 2012, ia mendapatkan bukti yang diberikan oleh senator Belgia, Armand De Decker. Bukti tersebut menjadi pendukung keterlibatan Sarkozy dalam upaya menekan parlemen Belgia, atas tuntutan terhadap pengusaha Kazakhstan .

Sementara itu Claude Guéant, salah seorang staf di kantor pusat pemerintahan Perancis Elysee mengatakan tak ada seorangpun di Elysee, juga Sarkozy yang turut ambil bagian dalam negoisasi dari berbagai kontrak bisnis tersebut.

“Sampai pengajuan kembali Sarkozy sebagai calon presiden Perancis, kami tak melihat adanya kecacatan hukum yang dilakukannya,” imbuh Claude, Jumat (10/10/2014).

Direktur Riset Institut Hubungan Strategi Internasional Perancis, Jean-Vincent Brisset mengatakan adalah hal yang wajar bila seseorang mendapatkan kompensasi atas jasa yang telah dilakukannya.

Seperti pada kasus jasa penjualan senjata, maka wajar bila Sarkozy diberikan kompensasi karena membantu penyelesaian masalah kontrak penjualan. “Komisi retro seperti itu merupakan prosedur standar yang telah dianggap sebagai praktek legal sekarang ini,” kata Brisset.

“Itu adalah mekanisme klasik yang dapat ditemukan di semua pasar bisnis besar,” tambahnya.

Masalah Sarkozy tak hanya sampai disitu. Tim investigasi juga terus melakukan pemeriksaan terhadap kemungkinan penggunaan dana illegal untuk kampanye pemilihan presiden. Disebutkan mantan diktator Libya , Moamar Gaddafi juga terlibat, karena memberikan uang sebesar US$ 70 juta untuk kampanye kemenangan Sarkozy.

Sarkozy sendiri membantah menerima dana tersebut, namun bukti rekaman sadapan telepon antara Sarkozy dan Gaddafi sulit untuk diremehkan begitu saja. (France24/Vice/slg)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s