3.660 Orang Mati karena Perang Ukraina

Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Rabu (8/10/2014) menyatakan sudah ada setidaknya 3.660 orang tewas karena krisis yang terjadi di timur Ukraina, sejak pertengahan April 2014 lalu.

“Diantara perjanjian gencatan senjata yang lemah selama beberapa bulan ini di timur Ukraina, korban-korban tembak-menembak justru membunuh lebih banyak warga sipil,” kata Zeid al-Hussein, Komisioner Tinggi Hak Asasi Manusia PBB.

Berdasarkan laporan tersebut, setidaknya ada 331 adu tembak terjadi setelah gencatan senjata diumumkan awal September ini.

Konflik tersebut akhirnya memindahkan 375.000 orang dan secara langsung berdampak pada lebih dari 5 juta penduduk lokal yang berada di lokasi peperangan.

Saat mengeluarkan laporan tersebut, al-Hussein kembali mengumandangkan kepedulian terhadap kesenjangan penegakan hukum yang justru dilakukan aparat bersenjata. Kesenjangan itu pada akhirnya merugikan warga sipil, yang notabene tak bersenjata.

“Semua pihak yang terlibat seharusnya memastikan kalau tempat bagi para pengungsi juga penting disediakan, selain melakukan perang terbuka terhadap musuh,” tambah al-Hussein.

Konflik di timur Ukrania dimulai pertengahan April lalu, saat peemrintah kota Kiev secara tegas melakukan upaya ofensif untuk melawan kebijakan okupasi yang dilakukan Rusia terhadap Crimea .

Pada 5 September, gencatan senjata diberlakukan, namun tetap saja tak secara frontal menghentikan adu tembak dimedan perang. Perang masih sering terlihat antara pemberontak Ukrania yang pro Rusia, dengan tentara pemerintah Ukrania di daerah Donetsk . Pertempuran juga terjadi di kota Shchastya yang bertentangga dengan region Lugansk.

Selama 12 jam terakhir ini, tiga tentara yang pro pemerintah Ukrania tewas terbunuh. Sementara itu 12 orang terluka pada perang yang baru-baru terjadi di Ukrania timur. Menurut Andrei Lysenko, juru bicara dari Keamanan Nasional dan Konsil Pertahanan Ukrania, ada juga tiga orang sipil yang terbunuh pada perang paling terakhir yang ada. Sebanyak empat orang lainnya mengalami luka-luka dan dibawa untuk dirawat di Donetsk .

Pihak pemerintah Rusia sendiri tetap bersikukuh dengan keputusan mengokupasi Crimea . Beebrapa sanksi yang diberikan negara barat, Jepang dan Amerika Serikat (AS) tak menggoyahkan niat Rusia untuk tetap mempertahankan Crimea ditangan mereka.

Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov mengatakan apa yang terjadi di timur Ukrania sekarang sudah menghadapi banyak kemajuan. Menurutnya memang harus disadari perdamaian secara total tak akan didapatkan dalam waktu dekat. Namun ia menegaskan kebijakan yang dibuat Rusia dimaksudkan untuk kebaikan Crimea juga, yang berkeinginan bergabung kembali dengan Rusia. (Xinhua/slg)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s