Kapten Kapal Sewol Kebingungan

Sidang kesaksian pertama kali kapten kapal Sewol, yang tenggelam di selatan Korea menimbulkan kemarahan banyak orang. Dalam sidang yang digelar Selasa (7/10/2014), Lee Joon-Seok mengatakan dirinya dalam kebingungan saat peristiwa nahas yang menenggelamkan 300 orang tersebut terjadi.

“Saya sangat bingung saat kecelakaan terjadi, dan kehilangan kemampuan untuk mengambil keputusan,” kata Lee, dalam sidang yang digelar di kota Gwangju.

Menurutnya ia mengaku salah karena tidak segera mengambil keputusan agar penumpang segera meninggalkan kapal. “Tapi saya bersumpah, tak pernah berpikir akan meninggalkan orang-orang untuk meninggal, karena saya telah memerintahkan agar keselamatan harus terlebih dahulu diutamakan,” tambahnya.

Menurutnya keputusan yang diberikannya sepertinya penuh dengan kekhawatiran pada kecelakaan fatal yang terjadi, namun tetap menolak menyelamatkan diri sendiri dan meninggalkan para penumpang kapal.

Lee hadir dalam persidangan dengan pakaian narapidana. Tertera juga nomor 3114 di dadanya. Pria berusia 69 tahun itu kini terancam hukuman mati, karena kelalaian dan meninggalkan penumpang.

Sebanyak 11 orang kru kapal lain, juga diberikan hukuman. Mereka diklaim telat memberikan bantuan kepada penumpang, dan membiarkan kapal tenggelam begitu saja. Kru kapal juga diberikan hukuman karena membiarkan kapasitas barang bawaan berlebihan, membuat desain baru kapal laut tanpa sepengetahuan dan keburukan dalam mengawal penumpang saat kapal mengalami kecelakaan.

Seperti diketahui, saat terakhir ternyata kapal dinahkodai oleh Cho Jun-Ki, bukan oleh Lee. Pada saat terakhir itu juga Cho mengambil keputusan fatal yang mengakibatkan kapal berbelok dengan mendadak, yang menyebabkan miring, muatan berjatuhan dan kemudian terbalik.

Menurut Lee, kru yang bernama Cho sebenarnya baru saja bekerja sebagai mualim selama enam bulan lamanya. Sehingga diperkirakan ia belum memiliki pengalaman dan kemampuan yang dibutuhkan seorang nakhoda kapal.

Ketika Lee ditanya posisinya saat kapal mengalami kecelakaan, Lee mengatakan sedang berada didalam ruang tidurnya. Ia mengatakan sedang mengganti baju dan merokok didalam kabin. Ia juga menolak keterangan beberapa kru kapal lain, yang mengatakan Lee sedang bermain permainan didalam telepon genggamnya.

“Saya tidak sedang memainkan permainan di telepon genggam. Saya tidak tahu cara memainkannya pula. Saya hanya memegang telepon genggam itu saja,” urai Lee.

Kapal Sewol tenggelam pada 16 April 2014 lalu. Saat itu kapal sedang membawa ratusan pelajar yang sedang akan melakukan wisata di pulau sebelah selatan Korea . Lebih dari 300 orang kemudian tewas dalam kecelakaan tersebut. Kebanyakan terjebak didalam kabin kapal, karena hingga saat terakhir kru kapal meminta para penumpang tidak meninggalkan kapal. (AFP/BBC/Bangkok Post/slg)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s