Korban Ontake Ditemukan Terjepit Batu Besar

OntakeRegu penyelamat kembali mengidentifikasi beberapa jasad pendaki yang terjepit batuan besar, di dekat kawah gunung Ontake, Jepang. Selain itu beberapa jasad juga diamati telah tertimbun abu vulkanik.

Sejauh ini sudah 47 jasad yang teridentifikasi. Sebanyak 24 diantaranya masih belum dapat dievakuasi dari puncak gunung. Terakhir upaya evakuasi regu penyelamat kembali terhambat, karena hujan deras turun pada Kamis (2/10/2014).

Meskipun regu penyelamat akhirnya bisa sampai ke puncak, tapi abu vulkanik setinggi 40-50 centimeter (cm) menghadang sebagai halangan. Beberapa orang ditengarai telah mati dan terkubur abu, kata harian Mainichi.

Sebanyak lima jasad ditemukan terjepit diantara dua batu sebesar tiga meter. Penyelamat kemudian menggunakan alat untuk memindahkan batu, namun upaya tersebut belum banyak berhasil.

Penyelamat lain menceritakan sulitnya melakukan gerakan diatas abu vulkanik kepada harian Nikkan Sport.

“Rasanya seperti berjalan diatas lumpur beton,” urai penyelamat itu.

Tim penyelamat juga harus sangat berhati-hati karena khawatir timbunan abu, menutup jurang atau batu tak stabil dibawahnya.

ontake_japantimes

Japan Times/Regu pencari korban letusan gunung Ontake, Jepang.

Hasil otopsi menyebutkan kebanyakan pendaki yang tewas, disebabkan kejatuhan batu yang terlontak akibat erupsi gunung. Diperkirakan kecepatan batu yang jatuh mencapai 300 kilometer per jam (km/jam).

“Besar batu yang berlontaran diperkirakan antara seukuran lengan dan kepala manusia,: kata Takayuki Kaneko, ahli vulkanologi dari Institut Riset Gempa Bumi, Universitas Tokyo.

“Saya memperkirakan para korban pasti kehabisan akal untuk melarikan diri dan kemudian menjadi panik,” tambah Takayuki.

Salah satu korban tewas diperkirakan bernama Hiromi Inooka (42), yang saat kejadian sedang bersama suaminya, Tetsuya (45). Hirumi diketahui penderita tuna rungu, hingga kini tubuhnya belum ditemukan.

Toshihiro Ono, tetangga Hiromi mengaku sangat kaget mendengar kabar letusan gunung tersebut yang tiba-tiba terjadi. Apalagi saat diketahui pasangan Hiromi dan Tetsuya diketahuinya sedang mendaki gunung tersebut, pada saat letusan.

ontake map_voanews“Setiap hari kehidupan sudah terasa berat baginya karena tak bisa mendengar. Sulit dibayangkan betapa takutnya ia saat berada diatas sana ,” kata Toshihiro kepada AFP.

Laporan foto-foto yang disebarkan Dinas Pemadam Kebakaran Tokyo memperlihatkan bangunan kayu didekat puncak yang rusak. Didalamnya ada kasur yang menjadi tempat tidur korban, sebelum regu penyelamat datang pada hari Senin. Meskipun beberapa orang ditemukan masih hidup, beberapa lain ditemukan sudah tewas. Termasuk seorang anak muda yang terkulai lemas dan tanpa kehidupan di salah satu kasur.

Gunung Ontake meletus secara tiba-tiba pada Sabtu siang, akhir minggu lalu. Tak ada tanda-tanda yang menjadi indikator gunung tersebut akan meletus sebelumnya. Sehingga tak ada peringatan bahaya, saat ratusan pendaki sedang berada disekitar gunung hingga puncaknya.

Regu penyelamat kini berkejaran dengan waktu, sebab Badan Meteorologi Jepang (JMA) memperkirakan gunung tersebut akan meletus kedua kalinya, sebab aktivitas gunung terus menunjukan peningkatan. ( Japan Today/AFP)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s