Demonstran Hong Kong Ancam Ambil Alih Gedung Pemerintahan

141001067011014_HONGKONG(2)Demonstran mahasiswa di Hong Kong menegaskan akan mengambil alih gedung pemerintahan, bila CY Leung tidak mundur dari posisi pemimpin di Hong Kong . Batas waktu pengunduran Leung diharapkan terjadi Kamis (2/9/2014) ini.

“Kami menginginkan hari ini atau Kamis mendatang, Leung Chung-ying akan mundur. Bila tidak kami akan meningkatkan eskalasi protes dengan mengambil alih gedung-gedung pemerintahan penting,” kata Lester Shum, Wakil Sekretaris Federasi Mahasiswa dan Pelajar Hong Kong.

Tuntutan tersebut juga dikuatkan oleh wakil gerakan mahasiswa lain, Agnes Chow. Menurut Agnes bila pemimpin Hong Kong tak mau mendengarkan opini masyarakat, maka mereka akan memikirkan langkah baru beberapa hari mendatang.

“Termasuk mengambil alih gedung-gedung penting pemerintahan,” kata Agnes.

Hingga Rabu malam, jumlah demonstran diklaim terus bertambah. Diperkirakan sekitar 100.000 orang sudah berkumpul di jalan utama kota Hong Kong . Kerumunan demonstran yang kebanyakan mahasiswa dan pelajar, tampak memblokade jalan utara di pesisir utara pulau Hong Kong kecil. Blokade juga terjadi pada stasiun kereta, bank, serta sekolah.

Demonstran terus menuntut perubahan sistem pemilihan umum pemimpin Hong Kong . Sebelumnya pemerintah pusat Hong Kong, di Tiongkok memutuskan kandidat pemimpin Hong Kong akan dipilih oleh pemerintah pusat dulu, sebelum dipilih secara langsung oleh masyarakat Hong Kong. Kalangan mahasiswa dan pelajar menolak keputusan tersebut dan meinta Tiongkok memenuhi janjinya, saat penyerahan Hong Kong dari Inggris tahun 1987 lalu, dimana pemilihan umum secara mutlak akan dilakukan pada tahun 2017.

CY Leung sendiri pada acara peringatan 65 tahun partai komunis Tiongkok berkuasa, 1 Oktober lalu menyatakan Hong Kong dan Tiongkok memiliki ikatan yang erat, dan mereka harus bahu membahu untuk mewujudkan mimpi Tiongkok.

“Pilihan yang diberikan Tiongkok terhadap pemimpin Hong Kong lebih baik dilakukan , untuk memuluskan pemilu 2017 benar dapat terjadi,” kata Leung.

Sementara itu Presiden Tiongkok, Xi Jinping mengatakan akan mendahulukan stabilitas dan kesejahteraan di Hong Kong terlebih dahulu.

“Kita jangan pernah kehilangan keyakinan dan harus tidak terpisah dari masyarakat sendiri,” kata Xi.

Ucapan Xi tersebut memastikan langkah Tiongkok tetap akan pada keputusan sebelumnya.

HongKong_politics_protest_streets_v4Pada bahasan di Wall Street Journal disebutkan salah seorang sumber di pemerintahan Hong Kong mengatakan pemerintah saat ini sedang menyusun langkah untuk mengatakan gelombang protes, serta telah memberikan rekomendasi kepada Beijing agar tak menggunakan kekerasan untuk mengatasi aksi protes tersebut.

“Itu mungkin akan memakan waktu seminggu atau sebulan, kami masih belum yakin. Kecuali ada situasi kacau, kami tak akan mengirim polisi kesana, kami sangat berharap kejadian tersebut tak pernah akan terjadi lagi,” katanya.

Demonstrasi di Hong Kong sudah terjadi sejak awal minggu lalu. Puncaknya terjadi kerusuhan hari Minggu lalu. Polisi terlihat melakukan aksi represif dengan menyemprot cairan dan gas airmata ke demonstran. Tindakan tersebut kemudian disayangkan banyak pihak karena polisi menyerang demonstran yang tidak menggunakan senjata. (BBC/Xinhua/AFP/slg)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s