Evakuasi Korban Letusan Ontake Gagal Lagi

Disangka akan meletus kembali, tim penyelamat memutuskan menunda misi evakuasi korban letusan gunung Ontake, Jepang, Selasa (30/9/2014). Sebanyak 24 jasad masih tertinggal di dekat puncak gunung.

Perkiraan meletus kembali hadir setelah gerakan tanah vulkanik terdeteksi makin tinggi, pada Selasa pagi. Padahal dari saat gunung itu meletus Jumat, setelah itu catatan gempa terukur stabil.

“Getaran terasa makin besar pada Selasa, melahirkan kekhawatiran akan kemungkinan letusan kedua akan terjadi,” kata seorang petugas dari Kantor Manajemen Bencana Prefektur Nagano, lokasi dimana gunung berada.

Sebelumnya rombongan penyelamat memulai kembali misi evakuasi pada Selasa dini hari. Rombongan berjumlah 850 orang tersebut berusaha mencapai lokasi jasad berada, yang diperkirakan disekitar puncak gunung. Namun kemudian mereka diperintah untuk berhenti di lokasi terakhir berada, setelah ada laporan dari Badan Meteorologi Jepang, mengenai kenaikan getaran gempa disana. Getaran itu disertai juga dengan suhu air kawah yang makin panas, dan reruntuhan batuan kawah.

“Semua petugas sekarang diperintahkan turun, mengingat kemungkinan bahaya letusan terjadi kembali,” tambah petugas itu lagi.

Sementara itu di Tokyo , Perdana Menteri (PM) Jepang, Shinzo Abe mengatakan akan mengerahkan kekuatan maksimal untuk upaya penyelamatan dan pencegahan bencana. “Pemerintah akan meneruskan operasi penyelamatan dengan bekerja bersama organisasi yang peduli,” kata Abe.

Ia juga mengingatkan petugas mengenai kemungkinan besaran jumlah korban yang lebih besar. Sebab ada orang-orang yang belum bisa dideteksi keberadaannya, namun diketahui berada dilokasi kejadian.

Pihak kepolisian menambahkan, saat ini jumlah korban yang diketahui tewas masih sebanyak 36 orang. Sebanyak 24 diantaranya masih berada disekitar puncak gunung. Sementara itu diketahui ada 69 orang terluka akibat kejadian ini.

Beberapa korban yang selamat mengatakan abu di lokasi mereka terakhir lihat, bisa mencapai ketebalan 50 centimeter (cm). Mereka juga sempat melihat jasad korban tertimbun abu.

Korban selamat lain menceritakan kepada Koran Yomiuri kalau ia melihat ada seorang anak muda yang berteriak-teriak kepanasan dan tak bisa bernafas. Sebelum akhirnya abu mengepul disekeliling mereka dan membuat suasana gelap. Setelah itu suara anak muda tersebut hilang begitu saja.

Seorang ibu yang kehilangan anaknya mengatakan kepada jaringan media Asahi, kalau anaknya sempat menelepon pada saat letusan terjadi. “Ia mengatakan kepada saya kalau gunung itu meletus. Kemudian ia berkata, semua sudah berakhir. Saya akan mati sekarang,” urai ibu itu dengan sedih.

Tentara Jepang yang ikut membantu misi evakuasi mengatakan para anggota penyelamat menggunakan helm, rompi anti peluru, kacamata dan topeng untuk melindungi diri dari letusan. Sementara Badan Meteorologi Jepang memprediksi akan ada letusan lanjutan, serta memperkirakan lontaran vulkanik bisa sejauh radius 4 kilometer (km) dari puncak gunung. (Japantoday/Xinhua/BBC/slg)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s