Mahasiswa Demonstran Hong Kong Takut Diberangus

Sebagian besar polisi akhirnya ditarik mundur dari arena demonstrasi di Hong Kong, Senin (29/9/2014). Namun hingga dini hari berikutnya mahasiswa terus berjaga-jaga, karena takut akan diadakan aksi pemberangusan secara frontal, dari pihak pemerintah kepada demonstran.

Anson Chan, pemimpin kedua Hong Kong mengatakan kondisi yang ada akhir-akhir ini terjadi telah merubah wajah kota . “Ini hari paling menyedihkan. Gambar seorang polisi yang menyemprotkan cairan dan gas air mata dihadapan para demonstran tanpa senjata, akan sangat memalukan pemerintah di mata dunia internasional,” kata Anson.

Oleh karena itu ia meminta polisi mundur dulu dari lokasi kejadian. Dalam pernyataan kemudian disebutkan para demonstran bisa melakukan aksi dengan damai. Pemerintah juga menyediakan kendaraan darurat, transportasi publik dan berbagai angkutan yang diperlukan bilamana ada pemrotes yang ingin pulang ke rumah.

Pada konferensi pers, Cheung Tak-keung, asisten Komisioner Operasional Kepolisian Hong Kong mengatakan polisi hanya menggunakan kekuatan minimum untuk menghentikan aksi massa . Ia menyebutkan 41 orang terluka, termasuk 12 polisi dalam insiden kerusuhan sebelumnya.

Kardinal Joseph Zen, mantan pemimpin umat Katolik di Hong Kong dan juga salah satu pemrakarsa gerakan demonstrasi tersebut, menyarankan agar para pelajar dan mahasiswa yang berdemo kembali pulang ke rumah.

“Tolonglah segera pulang ke rumah, jangan mengorbankan hidupmu,” kata Joseph kepada para demonstran yang masih bertahan. Menurutnya dialog sangat mungkin terjadi pada kondisi sekarang ini, tambahnya.

Namun sebagian besar demonstran tetap bertahan di lokasi demonstrasi, dekat pelabuhan Victoria , dan daerah Kowloon . Mereka menganggap kebijakan tarik mundur aparat yang dilakukan pemerintah, hanya merupakan taktik belaka.

“Polisi tak punya banyak anggota untuk menutup distrik dimana protes berlangsung,” kata Ivan Yeung, salah seorang demonstran kepada AFP.

Sementara itu, Martin Lee, aktivis pro-demokrasi dan mantan legislator mengatakan kalau pemerintah Tiongkok telah mengirimkan tentara ke Hong Kong . Namun menurutnya orang-orang di Hong Kong tak perlu takut.

“Kalau benar ada tank datang dari tentara Tiongkok, saya akan naik sepeda dan berdiri didepan tank itu,” kata Martin.

Isu hadirnya tentara Tiongkok juga didengar banyak demonstran. Kemudian mereka berjaga-jaga sepanjang malam, karena takut akan ditangkap atau dibunuh secara frontal.

Banyak pihak menyayangkan sikap pemerintah Hong Kong dalam menyikapi demonstrasi. Pemerintah Inggris menyatakan perlunya pemerintah Hong Kong menghormati hak rakyat untuk berunjuk rasa. Sementara pemerintah Taiwan , mengatakan kalau Beijing harus mengerti apa yang diinginkan rakyat Hong Kong .

Kini sekolah-sekolah dan bank ditutup di Hong Kong . Bursa saham Hanseng juga turun drastic usai kerusuhan terjadi. Selain itu demonstrasi juga menggagalkan kedatangan sejumlah turis.

Sementara dari pihak Tiongkok, melalui juru bicara Kementerian Luar Negeri, Hua Chunying menyatakan agar negara lain tak turut campur dalam urusan dalam negeri mereka.

“Masalah Hong Kong murni bagian dari dalam negeri Tiongkok. Kami menyarankan agar negara asing tak turut campur didalamnya,” kata Hua.

Sebelumnya pemerintah Tiongkok mengatakan kalau aksi demonstrasi di Hong Kong merupakan aktivitas illegal. Sementara Presiden Tiongkok, Xi Jinping bersikeras tetap pada keputusan memilih kandidat pemimpin Hong Kong terlebih dahulu di pusat, sebelum kemudian dipilih oleh warga Hong Kong secara langsung. (BBC/CNN/AFP/Telegraph/NYT/slg)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s