Letusan Gunung Ontake Bisa Terjadi Lagi

ontake2Lima jasad kembali ditemukan dekat puncak gunung Ontake, Jepang. Menambah total korban tewas menjadi 36 orang. Senin (29/9/2014) status gunung yang baru meletus itu dinaikan dari satu ke level tiga. Letusan lain diperkirakan akan terjadi kembali.

Naofumi Miyairi, juru bicara dari Kepolisian Prefektur Nagano mengatakan masih ada 24 jasad yang masih ditinggalkan di dekat puncak. Sisanya telah dibawa turun dan dinyatakan meninggal. Penyebab kematian disebutkan berasal dari banyak sebab, bisa karena sesak nafas karena gas beracun, tersedak abu, kejatuhan batu atau kasus lain.

Dalam siaran televisi lokal, tentara terlihat membawa kantung jenazah berwarna kuning. Kantung itu satu persatu dibawa ke helikopter militer yang terbang rendah, di area terbuka dekat puncak gunung. Jasad kemudian dibawa ke lapangan atletik dekat lokasi kejadian. Kantung mayat kemudian dibawa ke sebuah sekolah dasar, di dekat kota Kiso. Mayat kemudian diperiksa di ruang olahraga sekolah dasar tersebut. Sementara keluarga korban menunggu di dekat kantor kepala sekolah dasar. Salah seorang orangtua korban, Kiyokazu Tokoro, yang berasal dari Prefektur Aichi mengatakan anaknya Yuki mendaki gunung itu bersama pacarnya saat letusan terjadi. Ia sangat yakin karena anaknya mengirimkan foto saat berada dipuncak, tak lama sebelum letusan terjadi.

Sekarang kurang lebih sudah 200 orang tentara dan pemadam kebakaran, termasuk tim dengan alat deteksi gas, turut ambil bagian dalam misi pencarian korban lain di dekat puncak, kata Katsunori Marimito, pejabat pemerintah desa Otaki.

Langkah para penyelamat itu sebelumnya sempat terhenti karena adanya peningkatan gas beracun dan abu, dari asap yang terus keluar dari kawah gunung.

“Regu penyelamat mencium bau gas seperti sulfur yang berlebihan,” kata Marimoto.

letusan ontake

AFP/Letusan gunung Ontake, jepang terjadi secara tiba-tiba, Sabtu (27/9).

Letusan gunung Ontake disebut terjadi tanpa gejala sama sekali, Sabtu (27/9/2014) siang. Meskipun diragukan banyak pihak, Badan Meteorologi Jepang yang seharusnya mendeteksi kemungkinan letusan gunung api mengatakan tak ada tanda-tanda seperti gerakan tanah yang besar, atau perubahan permukaan gunung yang dapat menjadi indikator gunung tersebut akan meletus.

Kepala Sekretaris Kabinet, Yoshihide Suga mengatakan akan melakukan evaluasi terhadap sistem pemindaian letusan gunung api.

“Namun saya percaya, berdasarkan kemampuan pengetahuan yang dimiliki, mereka hanya akan memberikan keputusan berdasarkan data yang ada,” kata Yoshihide.

Sementara itu ahli gunung api Jepang, Toshitsugu Fujii mengatakan letusan yang terjadi dipenuhi dengan semburan air panas yang sulit diprediksi kemunculannya. “Jenis letusan seperti itu kadang muncul mendadak dan mutlak tak dapat dipastikan kalau gempa yang terjadi awal bulan ini memiliki kaitan,” kata Fujii.

Letusan berjenis semburan air panas dan abu seperti itu disebut letusan hydrovolcanic. Dimana pada satu kesempatan air panas yang berada di kawah mengalami dorongan tinggi hingga tampak seperti letusan gunung layaknya.

Fujii juga mengatakan letusan lain mungkin saja akan terjadi kembali dalam waktu dekat. Ia menyarankan agar radius 4 kilometer (km) dari puncak segera dikosongkan. Sebab bisa saja semburan hydrovolcanic akan melontarkan batu besar, serta lahar. Status gunung Ontake juga sudah dinaikan menjadi level tiga, yang berarti tak dibolehkan mendaki dan berada disekitar gunung.

Jepang memiliki 110 gunung api aktif. Dalam jangka 25 tahun terakhir ada sembilan kejadian erupsi terjadi. Pada 2011, 35 orang terluka karena letusan gunung Kirishima. Tahun 2000, ada dua orang tewas di gunung Usu. Tahun 1990 dan 1993, gunung Unzendake membunuh 41 orang dan tiga orang hilang. Akhir November 2013 sebuah gunung api bawah laut juga meletus dan merusak habitat disana. Gunung Fuji terakhir meletus tahun 1707, namun para peneliti memperkirakan gempa yang terjadi di timur laut Jepang tahun 2011, akan memicu letusan gunung tertinggi di Jepang itu lagi. (Xinhua/Japantoday/Reuters/CNN/slg)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s