Gunung Ontake Meletus Tiba-Tiba

Tak ada yang mengira gunung Ontake, di barat Tokyo, Jepang bisa meletus tiba-tiba, Minggu (28/9). Sebanyak 31 pendaki tewas, dari total 45 orang yang dicari. Letusan itu terjadi setelah 23 tahun gunung itu tertidur.

Menurut kabar jasad ke 31 pendaki itu ditemukan tak jauh dari pinggir kawah di puncak gunung Ontake, sehari setelah erupsi vulkanik mendadak terjadi. Sementara petugas yang berwenang megnatakan kalau gunung berapi tersebut tak menunjukan indikasi akan meletus. Menurut petugas di Badan Meteorologi Divisi Gunung Api Jepang, meskipun memang telah terdeteksi adanya beberapa gempa ringan terjadi di gunung itu sejak 10 September 2014, namun tetap letusan tak dapat diprediksi dengan data tersebut saja.

“Tak ada tanda-tanda akan terjadinya erupsi, tak ada pula data gerakan tanah atau perubahan permukaan gunung. Dengan hanya data gempa kecil, kami tak bisa mengatakan akan segera terjadi letusan,” kata petugas itu kepada Guardian.

David Rothery, Profesor ilmu bumi di Universitas Open mengatakan terkejut bilamana disebutkan gunung Ontake meletus tanpa tanda-tanda sama sekali.

“Memang letusan di Ontake tak terlalu besar, tapi mampu melepaskan beberapa centimeter abu ke seputar puncak gunung. Itu berarti sama seperti pada letusan tahun 1979 di gunung Ontake, yang tak melelehkan lahar sebelum gunung meletus,” kata David.

Menurutnya tak ada tanda-tanda menjelang letusan membuatnya terkejut. Karena setahu ia ada alat seismometer yang ditaruh dikaki gunung tersebut, dan seharusnya alat itu bisa mendeteksi sinyal dari pergerakan magma di dalam gunung.

“Kadangkala beberapa gempa yang mengindikasi gunung akan meletus tak diketahui, tapi analisis rekaman mungkin bisa menjelaskan hal tersebut, dengan beberapa asumsi data analisis tersebut bisa saja dijadikan tanda-tanda peringatan gunung akan meletus,” tambah David.

Letusan yang terjadi secara tiba-tiba tersebut dikatakan beberapa saksi seperti letusan halilintar. Kemudian debu tampak menumpuk sampai 20 centimeter (cm) diatas pondok-pondok di kaki gunung.

Satoshi Saito (52), seorang pendaki yang sebelum letusan sempat mendaki gunung Ontake mengatakan, sebelum letusan cuaca di puncak gunung terlihat bagus. Musim semi juga membuat beberapa flora mekar dan berwarna-warni.

“Tak terasa ada gempa atau bau-bau aneh saat saya ada di puncak gunung itu,” kata Saito.

Ia juga menyebutkan tak ada tanda-tanda peringatan diberikan oleh petugas yang berwenang. “Tapi orang-orang yan gmenjalankan bisnis penginapan dikaki gunung mengatakan ada beberapa gempa kecil meningkat dua bulan terakhir ini,” kata Saito.

Karena letusan tersebut penerbangan dari bandara Haneda, Tokyo sempat ditunda. Penerbangan kemudian dilanjutkan dengan menghindari berada di atas gunung meletus itu. Namun diperkirakan semua akan kembali normal pada hari Senin.

Jepang berada di daerah lingkaran gunung api, dimana ada 110 gunung api aktif berada disana. Gunung Ontake setinggi 3.067 meter diatas permukaan laut (mdpl) merupakan salah satu daerah tujuan wisata pendakian gunung. Gunung itu meletus terakhir pada tahun 1991, namun tak menimbulkan korban jiwa. (AP/AFP/BBC/Guardian/Reuters/slg)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s