Rusia Karantina Pelajar Afrika

Sebanyak 335 pelajar asal Afrika yang memiliki resiko tinggi menularkan penyakit ebola, dikarantina pihak pemerintah Rusia. Demikian diungkapkan pejabat kesehatan Rusia, Kamis (25/9/2014).

“Sebelumnya ada 1.000 pelajar asal Afrika yang sedang menuntut ilmu di Rusia, harus masuk karantina. Sebagian besar dari mereka lolos dari kemungkinan terinfeksi ebola,” kata Anna Popova, Kepala Inspektur Sanitasi Rusia.

Menurut Anna tak ada kasus ebola yang terdeteksi di Rusia, namun karena tingginya angka migrasi membuat pemerintah harus berjaga-jaga. Otoritas Rusia bersiap agar virus tersebut tak menjalar di daerah mereka. Maka pengawasan melekat mereka lakukan ditiap pintu masuk negara. Di bandara internasional Moskwa, para pendatang harus berjalan melewati detektor kesehatan. Alarm akan berbunyi bila seseorang terindikasi memiliki temperatur tubuh yang berada diatas normal.

Menurut penjelasan Anna, Rusia sudah 10 tahun bekerja untuk mencari obat penyembuh ebola. Kini obat sejenis Rospotrebnadzor ditempatkan sebagai terapi selama tiga minggu karantina, bagi penderita ebola.

Di Sierral Leone, pihak pemerintah pada hari yang sama mengumumkan perluasan daerah karantina ebola. Presiden Sierra Leone, Ernest Bai Koroma mengatakan ada orang sebanyak satu juta yang akan dikarantina karena perluasan area tersebut. Daerah seperti Port Loko, Bombali dan Moyamba yang berada di daerah selatan, akan segera dikarantina secepatnya.

“Sudah ada sekitar 600 orang berasal dari distrik timur yang sudah dikarantina, tewas karena ebola di Sierra Leone ,” kata Koroma.

Sebelumnya ada dua daerah di distrik timur Sierra Leone yang dikarantina, mulai Agustus 2014. Akibat karantina tersebut, penduduk setempat yang berjumlah 6,1 juta orang menyatakan keberatan karena tak bisa bebas bepergian.

Menurut Koroma, upaya karantina daerah tersebut sebenarnya dapat dikatakan sukses, namun juga membuat banyak daerah makin penting untuk dinyatakan perlu dikarantina juga.

Pada siaran televisi lokal, terlihat orang-orang tertentu yang hanya bisa masuk ke daerah karantina. Mereka membawa berbagai kebutuhan pokok dan kesehatan yang diperlukan.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), daerah seperti Port Loko, Bombali dan Moyamba memang harus dikarantina, karena terus ditemukan kasus baru penjalaran wabah ebola.

Laporan terbaru WHO hingga awal minggu ini, diperkirakan kasus ebola telah mencapai 5.843 buah. Sebanyak 2.803 penderita ebola telah mengaami kematian, berasal dari tiga negara Guinea , Liberia dan Sierra Leone. (Xinhua/Xinhua/slg)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s