Dihukum Mati Karena Aborsi

Seorang perawat di Kenya dijatuhi hukuman mati, Kamis (25/9/2014) karena melakukan malpraktek aborsi yang mengakibatkan hilangnya nyawa seseorang.

Jackson Namunya Tali, nama perawat tersebut, sebelumnya menyetujui praktek aborsi terhadap Christine Atieno. Namun delapan hari setelah aborsi dilakukan, Atieno terus mengalami pendarahan. Hingga Atieno menghembuskan nafas terakhir saat dalam perjalanan dibawa ke klinik di Gachie, 15 kilometer (km) barat Nairobi .

Hakim Nicholas Ombija mengatakan hukuman mati sebenarnya lebih rendah daripada tuntutan yang diberikan kepada terdakwa. Selain juga tuduhan sebagai pembunuh padanya.

Banyak perempuan di Kenya mengalami komplikasi setelah aborsi illegal dilakukan. Pada survey tahun 2012, sebanyak 120.000 wanita Kenya tewas karena kasus serupa. Kenya melarang aborsi, kecuali membahayakan nyawa sang ibu. Keputusan aborsi juga harus disetujui tiga orang dokter. (BBC/news24/slg)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s