Jepang Berikan Rusia Sanksi Tambahan

Jepang mengumumkan sanksi terbaru untuk Rusia, menyangkut keterlibatan di krisis yang menimpa Ukrainia. Sanksi termasuk pembatasan pengiriman ekspor senjata ke Rusia. “Kami akan meneruskan kerjasama dengan kelompok G7, dan meminta Rusia untuk segera memperbaiki situasi di Ukrainia menjadi damai dan diplomatis,” kata Kepala Sekretaris Kabinet Jepang, Yoshihide Suga, Rabu (24/9/2014).

Berdasarkan dari keterangan yang diberikan, Jepang akan memberikan sanksi melalui pembatasan ekspor senjata. Termasuk senjata untuk militer dan teknologi senjata genggam, kata Suga melalui Japan Kyodo News.

Selain itu Jepang juga akan melarang lima bank milik Rusia, untuk melakukan transaksi di Jepang, kata laporan tersebut.

Pernyataan tersebut keluar tak lama setelah ia melakukan protes ke Moskow, terkait kunjungan seorang pejabat senior Rusia di pulau yang menjadi sumber perselisihan antara mereka.

“Kunjungan itu jelas melukai perasaan orang-orang Jepang dan tak seharusnya dilakukan,” kata Suga.

Sebelumnya diberitakan pejabat pemerintah Rusia, Sergei Ivanov yang dekat dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin diketahui mengunjungi bandara yang baru dibuat di sebuah pulau di daerah Hokkaido. Daerah tersebut masih berada di perbatasan, yang disebut Jepang sebagai teritori utara, sementara Rusia menyebut Kurils Selatan.

Perdana Menteri (PM) Jepang, Shinzo Abe sudah berusaha bertemu dengan Putin sejak tahun 2012, untuk membicarakan masalah ini. Mengingat Jepang membutuhkan Rusia, untuk mendukungnya mengatasi lawan di Asia seperti Cina, dan dua negara Korea. Jepang juga tertarik dengan bisnis gas alami, dan berharap pertikaian mengenai pulau tersebut segera dapat diselesaikan. Namun semua harapan tersebut bisa musnah, karena munculnya sanksi baru dari Jepang tersebut.

“Kami menghargai langkah tak bersahabat tersebut, sebagai sinyal terhadap ketidakmampuan Jepang membangun kebijakan luar negeri untuk dirinya sendiri,” kata pernyataan yang dikeluarkan Kementerian Luar Negeri Rusia.

Menurut pernyataan tersebut Tokyo melakukan tindakan merusak diri sendiri terhadap posisi geopolitik, dan juga mengirimkan sinyal yang salah untuk komunitas bisnis mereka.

Jepang tergabung dengan AS dan beberapa negara Eropa untuk mendukung pemberian sanksi kepada Rusia, menyangkut Ukrainia. Tensi juga sempat memanas saat Jepang memberikan sanksi tahap pertama, dimana Rusia segera menyiapkan pasukan dan melakukan latihan militer diperbatasan dengan Jepang, beberapa bulan lalu. (Xinhua/BBC/slg)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s