Tiongkok Bantu US$ 6 Juta Hadapi Perubahan Iklim

Wakil Tiongkok, Zhang Gaoli pada Selasa (23/9/2014) mengatakan akan memberikan bantuan kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sejumlah US$ 6 juta. Bantuan tersebut akan diberikan untuk membantu promosi kerjasama antara negara selatan-selatan dalam menghadapi perubahan iklim.

Zhang menekankan kalau pemerintah Tiongkok sangat mengapresiasi aktivitas menghadapi perubahan iklim. Menurutnya akan sangat penting dan bermanfaat bila kerjasama internasional dilakukan untuk menghadapi perubahan iklim.

Sekretaris Jendral PBB, Ban Ki-moon mengatakan sangat menghargai bantuan dari Tiongkok tersebut. Menurut Ban bantuan dari Tiongkok juga tidak hanya dalam bidang perubahan iklim, juga memerangi penyebaran penyakit ebola, serta turut memelihara perdamaian di Afghanistan dan Sudan Selatan.

Selain sumbangan uag, Tiongkok juga mendonasikan peta dengan resolusi hanya sejauh 30 meter dari angkasa, agar komunitas internasional bisa menghadapi tantangan perubahna iklim. Data tutupan lahan tersebut termasuk mengenai tanah tandus, daerah tangkapan air, wilayah hutan dan berbagai tipe tutupan lahan di bumi.

“Data tersebut akan membantu komunitas internasional, terutama negara berkembang, untuk meningkatkan kapasitas mereka dalam menghadapi perubahan iklim,” tambah Zhang.

Sebelum memberikan bantuan, Zhang sempat bertemu dengan Presiden Pertemuan Umum Anggota PBB ke 69, Kahamba Kutesa. Pertemuan Umum Anggota PBB ke 69 ini baru mulai dilangsungkan Selasa ini. Tercatat ada 125 kepala negara hadir dalam pertemuan tersebut. Sebelum pertemuan dilakukan, diadakan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Iklim.

Menurut Kutesa, ia sangat menghargai segala dukungan yang diberikan Tiongkok, terutama dalam menghadapi perubahan iklim dan perdamaian dunia. Menurutnya agenda memerangi perubahan iklim akan diperbaiki menjelang masuk tahun 2015 mendatang.

Sebelumnya sebuah laporan terbaru yang dikeluarkan Global Carbon Project menunjukan sudah sebanyak 36 miliar ton karbon penyebab perubahan iklim telah terlepas ke angkasa, pada tahun 2013 lalu.

Penyumbang terbesar diduduki Tiongkok, yang memproduksi 20 persen dari total emisi karbon. Disusul oleh Amerika Serikat (AS) sebanyak 15 persen, Eropa 10 persen dan India sebanyak 7,1 persen.

“Sekarang emisi perkapita Tiongkok sudah melebihi yang dikeluarkan Uni Eropa,” kata Robbie Andrew, peneliti dari Pusat Riset Lingkungan dan Iklim Internasional di Norwegia.

Menurut info kenaikan emisi per kapita Tiongkok lantara produksi pakaian, furniture termasuk juga panel surya yang mereka kirim ke Amerika dan Eropa. (Xinhua/BBC/slg)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s