Tiongkok Emiter Perubahan Iklim Terbesar Dunia

Aksi protes di jalan meminta upaya penting segera dilakukan untuk mengatasi perubahan iklim, terjadi dibeberapa tempat dunia. Dilaporkan setidaknya ada 2.000 lokasi menjadi ajang aksi berupa jalan panjang tersebut, Minggu (21/9/2014).

Di Manhattan, sekitar seribu orang berjalan bersama dengan Sekretaris Jendral Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB), Ban Ki-moon. Pengunjuk rasa yang tergabung dalam aksi People Climate March tersebut meminta para pemimpin dunia segera mengambil upaya tegas, untuk mengatasi perubahan iklim.

Menurut Ban, aksi unjuk rasa dilakukan menjelang pertemuan para pemimpin dunia, di New York tengah minggu mendatang. Tercatat ada 125 pemimpin negara akan datang pada acara tersebut, khusus membicarakan upaya mitigasi dan adaptasi terhadap perubahan iklim.

“Upaya menghadapi perubahan iklim tak akan berhasil tanpa berjalan bersama,” kata Ban.

Di Australia, pengelola unjuk rasa mengatakan ada 20.000 orang ikut serta turun jalan di Melbourne, untuk meminta Perdana Menteri (PM) Tony Abbot segera melakukan upaya lebih baik untuk mengatasi perubahan iklim.

Australia kini terancam makin kering, kerap terjadi kebakaran lahan rumput, dan badai akibat dari perubahan iklim.

Aksi unjuk rasa juga terjadi di 161 negara, termasuk Afghanistan , Inggris dan Italia. Secara keseluruhan mereka meminta para penyumbang penyebab perubahan iklim terbesar di dunia, segera memperbaiki kinerja pengurangan emisi.

Sebuah laporan terbaru yang dikeluarkan Global Carbon Project menunjukan sudah sebanyak 36 bilyar ton karbon penyebab perubahan iklim telah terlapas ke angkasa, pada tahun 2013 lalu.

Penyumbang terbesar diduduki Tiongkok, yang memproduksi 20 persen dari total emisi karbon. Disusul oleh Amerika Serikat (AS) sebanyak 15 persen, Eropa 10 persen dan India sebanyak 7,1 persen.

“Sekarang emisi perkapita Tiongkok sudah melebihi yang dikeluarkan Uni Eropa,” kata Robbie Andrew, peneliti dari Pusat Riset Lingkungan dan Iklim Internasional di Norwegia.

Menurut info kenaikan emisi per kapita Tiongkok lantara produksi pakaian, furniture termasuk juga panel surya yang mereka kirim ke Amerika dan Eropa.

Sehari sebelumnya pemerintah Tiongkok telah mengeluarkan peta kerja untuk memperbaiki kondisi akibat perubahan iklim, yang disesuaikan dengan tujuan akhir tahun 2020.

Menurut Komisi Reformasi dan Pembangunan Nasional (NDRC) Tiongkok, mereka akan berupaya menurunkan 40-45 persen emisi pada tahun 2020. Dalam program tersebut termasuk juga pengurangan 15 persen emisi dari penggunaan batu bara untuk pembangkit listrik.

Xie Zhenhua, Deputi Kepala NDRC mengatakan pada akhir tahun 2013 Tiongkok telah mereduksi 28,56 persen emisi mereka dari tahun 2005. Nilai tersebut setara dengan pengurangan 2,5 bilyar ton emisi karbon, kata Xie.

Namun diakui pada tahun yang sama angka konsumsi energi non-fosil Tiongkok bertahan pada nilai 9,8 persen. Sementara pada sembilan bulan awal 2014, jumlah konsumsi energi per kapita Tiongkok menurun sebanyak 4,2 persen.

Xie mengakui sebagai negra berkembang, Tiongkok harus mengambil resiko mengeluarkan emisi lebih besar untuk pembangunan. Namun dengan lahirnya peta kerja yang diresmikan pemerintah tersebut menunjukan keyakinan bisa memenuhi tujuan akhir pelestarian lingkungan. (BBC/Xinhua/slg)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s