Tim Kesehatan Ebola Tewas Dibunuh

Delapan anggota tim kesehatan yang bermaksud menumbuhkan kepedulian terhadap penyakit Ebola di Guinea, tewas dibunuh oleh warga. Demikian diungkapkan pejabat setempat, Minggu (21/9/2014).

Kedelapan anggota tim kesehatan yang tewas tersebut terdiri dari pekerja kesehatan, pejabat setempat dan jurnalis. Mereka ditemukan disebuah septic tank, di dekat sekolah rakyat kota Nzerekore.

Diketahui, kedelapan anggota tim kesehatan itu dinyatakan hilang, setelah ditimpuki warga. Mereka datang ke desa Wome, di utara Guinea , Kamis malam. Desa tersebut tercatat sebagai wilayah pertama yang terinfeksi Ebola.

Juru bicara pemerintah Guinea, Albert Damantang Camara mengatakan para anggota tim kesehatan tersebut ternyata dibunuh secara sadis oleh warga desa. Dari tubuh korban diidentifikasi memiliki luka bacok karena parang dan pukulan benda tumpul.

Korban baru ditemukan setelah pemerintah, yang diwakili oleh Menteri Kesehatan mendatangi kota tersebut. Warga baru memberitahu keberadaan korban, setelah terjadi kesepakatan. Jalan masuk ke desa yang berupa jembatan sempat diblokir untuk mencegah rombongan pemerintah masuk.

“Enam orang telah ditahan karena terlibat atas kejadian tersebut,” kata Albert.

Motif dari pembunuhan itu sendiri belum diketahui secara pasti. Namun dari informasi yang tersebar warga merasa curiga dengan kedatangan tim kesehatan tersebut. Warga curiga yang sebenarnya menyebarkan virus Ebola didaerah mereka, adalah petugas kesehatan yang sebelumnya datang ke daerah mereka. Beberapa orang di daerah tersebut bahkan tak percaya kalau penyakit Ebola memang benar ada.

Bulan lalu, kericuhan sempat terjadi di desa itu juga. Warga desa yang berada sejauh 50 kilometer (km) dari kota Wome itu, menjadi ricuh karena adanya kabar kalau petugas medis telah membuat pasar didaerah mereka turut terkontaminasi virus Ebola.

Pada kesempatan berbeda, Presiden Prancis, Francois Hollande mengatakan akan membantu membuat rumah sakit militer, untuk menanggulangi Ebola. Pendirian rumah sakit tersebut akan menunjukan kontribusi Prancis tak hanya berupa uang saja.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan hanya dalam waktu seminggu sudah ada 700 kasus baru Ebola di daerah Afrika barat. Secara total sudah ada 5.300 kasus dan setengah dari angka tersebut terjadi hanya dalam waktu tiga minggu terakhir. Penyakit Ebola sejauh ini telah membuat sekitar 2.600 orang tewas. Dimana sekitar 20.000 orang lain berpotensi terjangkit juga.

Daerah Afrika bagian barat tercatat sebagai lokasi terbesar penyakit tersebut berada. Negara-negara seperti Guinea , Sierra Leone , Liberia , Nigeria dan Senegal kini sudah terjangkit penyakit tersebut. (AFP/BBC/slg)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s