Prancis Gabung Perangi ISIS

Prajurit Prancis alan segera diturunkan ke Suriah dan Irak, untuk membantu operasi gabungan militer memerangi Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS). Dalam pernyataan yang dikeluarkan Jumat (19/8/2014), Presiden Prancis, Francis Hollande mengatakan pasukan yang akan diterjunkan hanya memiliki misi penyerangan dan penghancuran.
“Tujuan pasukan itu hanya menyerang dan menghancurkan,” kata Hollande.

Lebih lanjut Hollande mengatakan operasi penyerangan akan dilakukan secepatnya, dalam beberapa hari ke depan.
Menyikapi perkembangan ISIS yang makin menyebarkan pertikaian di Irak dan Suriah, menurut Hollande tak bisa disalahkan. Pelebaran kekuasaan tersebut merupakan bukti kalau perkembangan teroris tak bisa diremehkan.

Namun menurut Hollande, misi pasukan yang dikirim bukan untuk mendukung pemerintah Suriah yang ada sekarang. Secara tegas ia mengatakan pemerintah Prancis tak ingin memberikan impresi dukungan terhadap pemerintah Presiden Suriah, Bashar al-Assad.

Misi pasukan Prancis akan bersekutu dengan Amerika Serikat (AS), yang telah lebih dulu mengirim pasikan kesana. Menurut salah satu pemimpin paaukan AS, Jendral Ray Odierno, kondisi pasukan AS akan menyesuaikan dengan kemampuan pasukan Suriah dan pejuang Kurdi. Mereka akan bahu membahu, untuk menahan laju pergerakan pasukan ISIS.

Saat ini, menurut Odierno sudah ada sekitar 16.000 pasukan AS di Irak. Kedatangan pasukan tersebut telah dikonfirmasi berada dalam kondisi siap bertugas.

“Saya tak berharap ada kerusuhan karena kedatangan pasukan AS disana. Sebab kerusuhan hanya alan merugikan warga setempat,” kata Odierno.

Pada pihak lain pemimpin Iran, Ayatollah Ali al-Sistani memberikan tanggapan kritis terhadap kedatangan tentara dunia barat di Irak. Menurutnya kedayangan tentara tersebut harus juga diimbangi dengan kesadaran akan masih berdaulatnya pemerintah Irak saat ini.

“Para pemimpin dunia harus percaya, kalau pemerintah Irak saat ini masih ada, dan seharusnya pemerintah Irak berdaulat itu yang dibantu,” kata Ayatollah Sistani, usai sholat Jumat.

Menurutnya kedatangan militer ke Irak, tak akan merubah keadaan menjadi lebih baik, bila kesadaran akan pemerintah Irak yang berdaulat tak diindahkan. Sebab berbagai keputusan tak akan dirasa manfaatnya bagi masyarakat, mengingat pengambil keputusan tertinggi bukan berasal dari rakyat, melainkan dari militer luar negara mereka.

Sejauh ini menurut juru bicara militer Irak, Qassim al-Moussawi pihak militer Prancis sebenarnya telah memulai serangan. Prancis tercatat melakukan serangan udara di kota Zumar, dan telah membunuh banyak tentara ISIS disana. (AFP/NYT/slg)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s