Badai Mario Bisa Perburuk Letusan Mayon

Badai Mario dikhawatirkan akan menyebabkan lahar gunung Mayon, Philipina turun lebih cepat dan memicu longsor. Demikian diungkapkan lembaga Jasa Administrasi Atmosfer, Geofisika dan Astronomi Philipina, Kamis (18/9/2014).

Badai Mario diperkirakan terjadi setelah angin muson di barat daya membawa hujan lebat dan petir. Daerah seperti region Bicol dan timur serta pusat kota Visayas bisa terkena dampak dari banjir dan longsor.

Deputi Administrasi Operasi Pagasa, landrico Dalida Jr. mengatakan hujan badai itu juga bisa memicu perpindahan deposit lahar di gunung Mayon, yang kini ditingkatkan statusnya menjadi level 3 karena kemungkinan akan segera meletus.

“Hujan lebat bisa menjadi sebab tanah longsor di kaki gunung api itu,” kata Dalida.

 Institut Vulkanologi dan Seismologi Philipina (PHIVOLCS) sudah merekam 142 gempa vulkanis terjadi. Serta 251 kali kejadian guguran batu, sejak gunung itu ditingkatkan statusnya, 16 September 2014.

Sementara badai Mario saat ini berada sejauh 576 kilometer (km) di titik timur Infanta, Quezon. Saat ini badai itu terus terobservasi makin menguat, dengan kecepatan 26 km per jam dan bergerak ke barat dan barat laut.

Di lain pihak, Konsil Pencegahan dan Manajemen Resiko Bencana Nasional (NDRRMC) Philipina melaporkan ada total 4.472 keluarga atau 21.092 orang sudah dievakuasi. Mereka berasal dari 19 desa di sekitar zona bahaya di kaki gunung. Kini mereka ditempatkan di 18 lokasi penampungan.

NDRRMC mengingatkan ada tiga kota besar dan lima kota kecil di daerah Albay masih termasuk dalam area bahaya. Mereka masuk area bencana karena status dinaikan menjadi level 3.

Pihak dari Departemen Pelayanan Sosial dan Pembangunan telah menyediakan dana sejumlah US$ 180.000, dalam bentuk kemasan makanan siap saji untuk para pengungsi.

Gunung Mayon terakhir meletus pada Mei 2013. Pada kejadian tersebut empat pendaki dari Eropa dan satu pemandu tewas. Pada erupsi pada tahun 2006, badai membuat lahar dingin yang masih labil menjadi longsor dan membunuh 1.000 jiwa didalamnya. Sementara letusan terbesar dan terpanjang terjadi pada tahun 1897, dimana 100 orang harus tewas. Erupsi minor sering terjadi pada gunung itu pada tahun 1984, 1993, 2008, 2009 dan 2010. (Xinhua/MST/slg)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s