PM Sharif Kembali Dituduh Membunuh

Kepolisian Pakistan, Rabu (17/9/2014) mulai mendaftarkan kasus pembunuhan terhadap beberapa aktivis yang tewas dalam demonstrasi. Pengadilan akan dibuka untuk melawan Perdana Menteri (PM) Nawaz Sharif dan beberapa menteri lain.

Pengadilan lokal telah mendaftarkan kasus melawan PM Sharif dan 11 menteri lain, termasuk Menteri Dalam Negeri, Menteri Pertahanan, Menteri Perhubungan, Komisioner dan Kepala Kepolisian Islamabad, serta lima orang lainnya.

Pendaftaran terhadap kasus tersebut didorong oleh partai Pakistan Awami Tehrik (PAT), yang dipimpin oleh ulama bernama Tahir ul Qadri. Dalam tuntutan yang diajukan termasuk juga mendaftarkan diadakan pengadilan, untuk para demonstran yang tewas pada demonstrasi terakhir, tanggal 31 Agustus dan 1 September 2014.

Bentrok terjadi antara kaum demonstran dan polisi, saat mereka sedang menuju rumah PM Sharif. Setidaknya dua demonstran meninggal dan 500 orang terluka pada kejadian tersebut.

Tak ada seorangpun sejauh ini yang ditangkap atas kejadian ini, dan para ahli menyatakan registrasi kasus itu bukan bermaksud untuk mengajukan daftar demonstran yang bersalah.

Pengacara dari PAT mengatakan polisi sekarang secara formal sedang mendekati administrasi di Islamabad, untuk menginisiasi dilakukannya sidang untuk kasus tersebut.

Dalam aplikasi permohonan pengajuan sidang, partai PAT mengklaim PM Sharif dan para menteri yang terlibat telah melakukan pembunuhan, terhadap aktivis mereka yang tewas.

Sementara itu pihak pengadilan lokal di Islamabad, minggu ini telah menginstruksikan pihak polisi untuk mengambil aksi yang diperlukan, agar aplikasi tersebut dapat dijalankan sesuai ketentuan.

Sebelumnya pihak kepolisian Islamabad mengatakan dalam laporan kalau pihaknya merasa tak melakukan tindakan yang melanggar hukum. Semua yang mereka lakukan terhadap para demonstran sudah berada dalam ketentuan yang berlaku. Tak ada pula bukti yang dapat membuat mereka dinyatakan bersalah dalam pengadilan nantinya.

Pengacara dari pihak pemerintah juga membantah polisi telah melakukan tindakan brutal, untuk menghentikan aksi demonstrasi massa . Menurutnya polisi dalam aksi tersebut tidak menggunakan senjata api, dan hanya menggunakan senjata berpeluru karet untuk meredakan situasi demonstrasi yang terus memanas.

Dalam petisi yang diajukan oleh pengacara PAT, disebutkan bahwa polisi yang membuka bentrok dengan demonstrasi, serta menggunakan gas air mata. Mereka juga mempertanyakan aksi polisi, yang turut menggerakan angkatan bersenjata untuk melindungi bangunan-bangunan penting.

Pengajuan ini merupakan kali kedua pengadilan meregistrasi kasus pembunuhan melawan PM dan menteri lain. Bulan lalu, pengadilan juga telah meregistrasi pendaftaran pada kasus yang sama, karena PM Sharif dianggap bersalah terhadap tewasnya 20 orang pengunjuk rasa dalam aksi demonstrasi di Lahore.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s