Topan Kalmaegi Hantam Selatan Tiongkok

Bencana topan Kalmaegi akhirnya benar terjadi di bagian selatan Tiongkok, Selasa (16/9/2014). Topan melintas Hong Kong terlebih dahulu, sebelum akhirnya memorakpondakan Provinsi Hainan, dan menewaskan dua orang.

Topan awalnya melanda kota Wenchang, dengan kecepatan 40 meter per detik, pada pukul 9:40 pagi waktu setempat. Tercatat topan Kalmaegi ini merupakan bencana topan kelimabelas yang pernah melanda Tiongkok pada tahun ini.

Selain itu topan juga melanda daerah Xuwen di provinsi Guangdong , pada pukul 12:45 sore pada hari yang sama. Menurut otoritas setempat dua orang diketahui tewas karena kejatuhan pohon di Nanning. Pohon tumbang karena hujan lebat turun setelah topan melanda daerah tersebut.

Kini sekitar 290.000 orang di Guangxi terdampak bencana topan itu, dan 25.800 orang telah dievakuasi ke daerah aman sejak pukul 7 malam.

Sementara di pulau Xinliao di daerah Xuwen, hujan petir terjadi setelah topan Kalmaegi datang. Sekitar 33.000 orang disana masih terperangkap hujan petir tersebut.

Namun beberapa pengamat mengatakan topan Kalmaegi ini sebenarnya lebih lemah, bila dibandingkan super topan Rammasun yang menewaskan 62 orang pada Juli 2014. pendapat tersebut dikeluarkan oleh Gao Yuanfu, salah seorang korban topan Rammasun yang masih hidup sampai sekarang.

Gao yang tinggal di desa Mingyue, Wengtian mengatakan Rammasun terasa lebih hebat terjadi, bahkan yang terkuat selama paling tidak empat dekade terakhir. Karena Rammasun, Gao harus mengalami luka dikakinya, serta membuat keluarganya harus tinggal di tenda selama dua bulan lamanya.

“Rumah baru kami baru saja selesai dikerjakan, tapi kini kami sengsara lagi,” kata Gao, yang kembali harus kehilangan rumah karena topan Kalmaegi.

Gao tak sendiri, setidaknya 20.000 keluarga lain juga mengalami nasib serupa. Kini mereka dipindahkan di 24 lokasi baru di Wengtian, kata Zheng Hongyang, Sekretaris Partai yang bekerja di pemerintah daerah Wengtian.

Namun menurut Liu Mancang, pemilik toko di Haikou , meskipun topan Kalmaegi terasa lebih lemah dari Rammasun, tapi sebenarnya yang paling mengkhawatirkannya adalah kenaikan muka air laut.

“Sekarang muka air sudah naik sekitar 50 senti meter di toko saya,” kata Liu.

Muka air laut bahkan telah mencapai 1,2 meter di Changdi Road, Haikou. Bahkan dibeberapa daerah air telah merendam kantor polisi, refrigerator, sepeda motor, mesin cuci, dan computer di supermarket dan pasar.

Selain itu topan Kalmaegi juga membuat penerbangan menjadi tertunda. Sampai 200 jadwal penerbangan digagalkan, menurut otoritas penerbangan Tiongkok. Sementara di kota Hainan jalur lalu lintas udara meningkat hingga 75 persen, setelah otoritas setempat mengeluarkan peringatan agar semua penerbangan ditunda.

Di Bandara internasional Haikou Meilan, 119 penerbangan digagalkan, dan di bandara Sanya Phoenix, sebanyak 110 penerbangan juga tidak jadi dilakukan. Bandara di Macao, Shenzen, Zhuhai dan Nanning juga membatalkan semua penerbangan. (Xinhua/slg)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s