PM Abbot Menginap Seminggu di Komunitas Aborigin

Perdana Menteri (PM) Australia, Tony Abbot akan menginap selama seminggu di komunitas adat Australia, di bagian utara teritori mereka. Ia tiba di Arnhem Land, Senin (15/9/2014). Kegiatan tersebut juga untuk memenuhi janji Abbot pada pemilihan umum sebelumnya, akan menginap selama seminggu tiap tahun di komunitas adat, bila ia terpilih menjadi PM.

Dalam penjelasannya, Abbot mengatakan ia ingin mendengar tentang kebutuhan komunitas tersebut, langsung dari masyarakat lokal.

Kunjungan Abbot tersebut terjadi sehari setelah ia mengumumkan pengiriman tentara Australia, untuk memerangi Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) di Timur tengah. Sebelumnya Abbot memutuskan akan mengirim 600 tentara ke Uni Emirat Arab. Disana tentara Australia akan berhadapan dengan kemungkinan operasi militer melawan militant Islam di Irak.

Minggu sebelumnya, Australia juga menaikan status ancaman teroris di Australia menjadi paling tinggi. Kenaikan status tersebut baru pertama kali terjadi di Australia selama satu dekade. Kemungkinan kenaikan status tersebut terkait dengan konflik yang terjadi, dan keamanan domestik Australia .

Namun meskipun Abbot menginap dan menjalankan pemerintahan dari komunitas adat terpencil, ia memastikan tetap memiliki kontak langsung dengan pusat pemerintahan di Canberra .

“Jikalau ada perkembangan dramatis baru, saya bisa segera memberikan keputusan bila dibutuhkan,” kata Abbot.

PM Abbot dikabarkan tinggal didalam tenda, di lokasi suci milik komunitas adat Nhulunbuy. Komunitas adat tersebut berada di bagian timur laut Australia . Pada kesempatan yang sudha dilakukan, Abbot dikabarkan telah mengunjungi lokasi penebangan milik kaum adat, dan lokasi kemungkinan adanya pertambangan bauksit disana.

Menurut Abbot, kunjungan ke beberapa lokasi itu untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik, mengenai apa yang dibutuhkan masyarakat untuk hidup dan bekerja di area itu.

“Saya pikir, kita semua telah melakukan hal yang benar untuk orang Aborigin,” imbuh Abbot.

Sekarang menurutnya yang terpenting adalah segera mengadakan referendum bagi mereka, seperti yang sudah dijanjikan sebelumnya. Selain itu tingginya angka pengangguran di daerah itu juga perlu dijadikan agenda pembicaraan selanjutnya.

Menurut pemimpin masyarakat adat setempat, mereka kini membutuhkan focus pekerjaan baru, dan mengharapkan referendum segera dilaksanakan.

Masyarakat adat di Australia kini hanya tinggal tersisa sebanyak 2 persen, dari total penduduk Australia secara keseluruhan. Mereka kini hidup dalam keterbatasan, memiliki tingkat kelahiran tinggi, pemakai narkoba dan alkohol, serta tak memiliki pekerjaan. (BBC/slg)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s