Pemerintah Lamban Urus Banjir India-Pakistan

Kemarahan merebak di kalangan korban banjir Pakistan-India. Mereka menganggap pemerintah terlalu lamban memberikan bantuan. Sementara jumlah korban tewas, sampai Kamis (11/9/2014) terus bertambah menjadi 450 orang.

Kemarahan terlihat ketika pasukan angkatan bersenjata akan membantu korban di daerah Kashmir . Dikabarkan warga menimpuki tentara dengan batu. Namun pemimpin tentara setempat mengaku memaklumi kekecewaan massa tersebut, karena putus asa dan upaya penyelamatan masih teramat banyak harus dilakukan.

Penduduk setempat mencurahkan kemarahan juga pada media lokal setempat. Mereka menyatakan respon pemerintah terlalu lamban dalam menghadapi bencana ini. Mereka juga menuduh pemerintah tak peduli dengan kejadian tersebut, seperti dengan minimnya jumlah bantuan dan perahu penyelamat yang dikirimkan.

Di daerah Srinagar dilaporkan keseluruhan kota masih terendam banjir. Jalan memasuki kota dari benadara juga masih tergenang air. Kondisi tersebut membuat pasokan bantuan menjadi terhambat. Padahal tercatat bantuan seperti air, makanan dan kompor sudah dikirimkan ke daerah itu.

Menteri Kepala daerah Jammu dan Kashmir Pakistan , Omar Abdullah mengatakan ia memahami amarah yang dikeluarkan warga. Menurutnya kejadian itu memang dapat dikategorikan tragedi yang tak diduga-duga.

Namun ia menampik kalau pihak pemerintah dianggap terlalu lamban dalam mengurus hal ini. “Kami sudah megerahkan semua kemampuan, dan memfokuskan penyelamatan pada upaya utnuk menyelamatkan orang-orang,” ujar Omar.

Menurut data terakhir debit air sungai belum juga turun. Sungai Chenab diperkirakan akan banjir juga, bila kondisi tetap seperti ini. Bila benar terjadi maka kota multan, bisa menjadi korban berikutnya.

Kota multan merupakan salah satu yang terbesar di Pakistan. Kota itu berada di provinsi Lahore, yang dekat dengan perbatasan India. Kota Multan telah mengalami hujan hingga beberapa hari terakhir. Namun sungai Chenab yang berada di tengah kota multan, masih bisa menampung banjir. Kondisi bisa berubah bila pasokan air ke sungai Chenab terus bertambah, maka berarti sekitar 8.000 orang yang tinggal disepanjang aliran sungai Chenab harus dievakuasi segera.

Daerah lain yang juga berpotensi banjir berada di selatan Pakistan . Namun pemerintah pusat Pakistan , di Islamabad diperkirakan juga akan sulit mengirimkan bantuan ke daerah itu. Mengingat banyak perusahaan dan daerah industri berada di area tersebut.

Kin isikitar 70.000 warga Pakistan menjadi korban banjir. Sebagian besar dari mereka kini hidup di tenda-tenda pada daerah yang lebih aman. banjir diperkirakan datang karena hujan musim muson, yang memang kerap terjadi di Pakistan hingga akhir Agustus. Namun kali ini, curah hujan terus tinggi bahkan hingga sebulan dari perkiraan. Menurut banyak pengamat, anomali ini disebabkan oleh fenomena perubahan iklim. (BBC/AFP/slg)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s