Militer Suriah Ambil Alih Halfaya

Tentara Suriah, Jumat (12/9/2014) mengatakan telah mengambil alih salah satu kota basis utama kelompok Nusra Front, di Provinsi Hama. Pertempuran terjadi selama seminggu lamanya, dan membunuh banyak pelaku teroris.

Selain mengambil alih kota, tentara juga mengabarkan telah mengamankan area dekat bandara militer di Hama. Sehingga pasokan kebutuhan bisa segera didatangkan, melalui bandara tersebut.

Diperkirakan lusinan serdadu kedua pihak terbunuh, dalam pertempuran yang terjadi selama seminggu itu. Sementara dari pihak Nusra Front diperkirakan dari 1.500 pejuang yang semula menduduki kota itu, kini telah berpindah ke daerah lain.

Dalam pernyataan yang disebarkan kepada wartawan, pihak angkatan bersenjata Suriah mengatakan telah secara penuh menguasai kota Halfaya, yang menjadi ibukota provinsi Hama . Menurut mereka pengambilalihan terjadi setelah mereka memusnahkan teroris dalam jumlah besar.

“Kebanyakan dari mereka bukan warga negara Suriah, selain itu sejumlah besar kendaraan dan senjata milik mereka sudah dihancurkan,” kata pernyataan tersebut.

Direktur Pusat Observasi Hak Asasi Manusia Suriah, Rami Abdulrahman mengatakan pejuang Nusra Front sudah seminggu menduduki kota Halfaya. “Belum lama lalu mereka akhirnya memanggil pejuang lain, karena sepertinya tak mampu mempertahankan kota tersebut,” kata Rami.

Menurut Rami, para pejuang Nusra Front mendorong maju ke arah timur Suriah pada beberapa bulan terakhir ini. Gerakan tersebut mengikuti perkembangan dari kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS), yang mulai menguasai Irak.

Menurut beberapa pengamat pergerakan kelompok Nusra Front dan ISIS mengincar pengambilalihan kekuasaan di dataran tinggi Golan, yang berdekatan dengan Israel .

Taleb Ibrahim, pakar militer dan politik mengatakan para pejuang Nusra telah kehilangan banyak peralatan dalam perang di Hama itu. Para pejuang Nusra juga dikatakan telah jatuh moral, karena kekalahan di Hama . Kini menurutnya jalan telah terbuka, untuk sesegera mungkin menyerang kota Morek dan Wadi al-Dayef, di selatan provinsi Aleppo yang masih dikuasai militan Islam.

Jatuhnya kota Halfaya jelas tak menguntungkan bagi para pejuang Nusra. Mengingat daerah tersebut sebelumnya merupakan salah satu basis terkuat yang dimiliki pejuang Nusra. Kejatuhan Halfaya juga berarti keuntungan bagi tentara Suriah, karena bisa memotong pasokan kebutuhan para pejuang militan Islam di daerah sebelah provinsi Hama .

Berdasarkan data dari Perserikatan Bangasa-Bangsa (PBB), konflik di Suriah sampai saat ini telah menyebabkan 190.000 orang tewas. Sekitar 3 juta orang pergi ke negara-negara lain untuk mengungsi, sementara sekitar 6,5 juta orang tak memiliki tempat tinggal di daerah konflik. (Reuters/Xinhua/slg)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s