Lapisan Ozon Membaik

Lapisan ozon yang sebelumnya dikhawatirkan terus berlubang besar, ternyata tahun ini diperkirakan telah mengalami perbaikan. Menurut laporan penelitian yang dikeluarkan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Kamis (11/9/2014) lubang lapisan ozon di Antartika berhenti menjadi besar tiap tahun.

Menurut laporan tersebut perlu waktu puluhan tahun, agar lubng lapisan ozon itu bisa makin mengecil. Namun dari sisi peneliti, kondisi ini disebut sebagai keberhasilan dalam program pembatasan penggunaan gas CFC, yang bisa merusak ozon.

Studi itu sendiri terjadi atas kerjasama antara peneliti dari Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) dan Program Lingkungan PBB (UNEP).

“Aksi internasional untuk memperbaiki lapisan ozon merupakan salah satu kisah sukses dibidang lingkungan,” kata Michel Jarraud, Sekretaris Jendral WMO.

Menurutnya hasil ini harus menjadi pemicu untuk situasi kedaruratan dan persatuan yang sama untuk menghadapi masalah lingkungan terbesar, perubahan iklim.

Sementara itu Ken Jucks dari Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) mengatakan kalau manusia telah memulai langkah yang benar, untuk menghadapi perubahan pada lapidan atmosfir, yang terjadi setelah revolusi industri dimulai.

Namun para peneliti masih belum dapat memastikan, apakah nantinya lapisan ozon dapat memperbaiki dirinya sendiri. Menurut David Vaughan dari Survey Antarctic Inggris (BAS), perlu dilakukan tes mendalam, untuk mendapatkan hasil yang pasti dalam mendukung upaya WMO tersebut.

“Data kami di Antarctic akan dilaporkan dalam beberapa minggu ke depan, kami berharap menemukan sesuatu yang berharga. Jikalau itu dapat dikatakan akurat, maka bisa dijadikan patokan untuk perjanjian internasional,” kata David.

Namun kondisi membaik pada lapisan ozon tak dikuti dengan kondisi gas karbondioksida (CO2)di angkasa. Menurut WMO, tahun ini emisi gas CO2 diangkasa menduduki peringkat pertama dari tahun-tahun sebelumnya.

Menurunkan angka pasokan CO2 di angkasa ini menurut WMO, harus menjadi prioritas kebijakan lingkungan dibanyak negara. Mengingat CO2 dianggap sebagai salah satu penyebab utama terjadinya fenomena pemanasan global, yang kemudian memicu perubahan iklim.

Menurut Protokol Monteral, tahun 1987 penggunaan zat berbahaya harus dikurangi karena bisa merusak lapisan ozon. Kerusakan bisa menimpa satwa liar, pertanian, gangguan penglihatan dan kanker kulit pada manusia.

WMO juga menyatakan kondisi lapisan ozon kini membaik, bila dibandingkan 11 tahun lalu. Dimana lapisan ozon di daerah Antartctic hampir terbuka keseluruhan. (BBC/reuters/ABC/slg)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s