Demonstran Pakistan Mengaku Dibayar

Beberapa demonstran mengaku dibayar untuk mengikuti pawai yang dijanjikan hanya dua tiga hari di Pakistan , tapi setelah sebulan berunjuk rasa mereka hingga Senin (8/9/2014) dilarang untuk pulang.

Pengakuan tersebut dilaporkan kantor berita BBC, melalui pengaduan seorang pelajar yang mengikuti demonstrasi sejak dari awal. Pelajar itu mengaku ia semula dibawa oleh pemimpin partai Pakistan Awami Terik (PAT), dimana salah satu pemimpin demonstrasi, bernama Tahir Ul Qadri bernaung.

“Pemimpin PAT didaerah mengatakan kepada orang tua saya, kalau mereka membawa saya mengikuti demonstrasi revolusi Qadri, dan mereka mengatakan kepada orang tua saya kalau saya akan kembali sekitar tiga hari saja,” kata Naveed (bukan nama asli-red), pelajar kelas 10 dari region Bahawalpur di Punjab.

Ia mengatakan orang tuanya diberi uang sejumlah 6.000 rupee atau sekitar US$ 60. Orangtuanya menerima uang itu dengan gembira, dan merestui kepergiannya. Tak hanya ia sendiri, hampir sekitar 300 anak sekolah di Punjab juga dikerahkan, dengan pemberian uang seperti itu.

Ia mengatakan beberapa pelajar juga berada dalam kerusuhan demonstrasi, beberapa hari sebelumnya. Ada beberapa pelajar yang diingatnya mengalami luka-luka, saat kerusuhan terjadi. Sekarang pelajar itu mengaku tak bisa pulang, karena belum diijinkan untuk pulang ke rumah.

“Pimpinan partai mengatakan mereka menaruh orang-orang di tiap bus yang pergi dari Islamabad, jadi kalau kami berusaha lari dengan menggunakan bus, maka mereka mengancam akan mengirim ke dunia selanjutnya, dan akan mengatakan kepada keluarga kami kalau kami tewas karena serangan polisi,” kata pelajar itu lagi.

Pada kesempatan berbeda, penduduk kota Gujranwala dekat Lahore , M Aslam mengatakan kalau aktivis PAT memberikan bayaran kepada 100 perempuan, yang kebanyakan pekerja domestik.

“Awal bulan lalu ada pengumuman melalui pengeras suara yang dibawa dengan menggunakan kendaraan mengitari kota , mereka menawarkan 10.000 rupee (US$ 100) per kepala khususnya perempuan untuk mengikuti aksi demonstrasi,” urai Aslam.

Bahkan menurut Aslam, mereka juga akan menambah bayaran sejumlah 5.000 rupee bagi perempuan yang membawa anak atau bayi mereka, yang berumur dibawah 10 tahun.

Namun semua keterangan tersebut ditampik oleh para pimpinan tertinggi PAT. Omar Riaz Abbasi, Deputi Sekretaris Informasi PAT menolak isu kalau peserta demonstrasi telah dibayar atau mengancam pendukungnya.

“Semua orang pada aksi revolusi jalan panjang ini datang atas dasar kemauan pribadi. Tak ada yang memaksa mereka, atau memberikan mereka uang,” kata Omar.

Selain itu menurut penjelasan Omar, saat ini sudah sekitar 800 pendukung PAT yang semula mengikuti demonstrasi memutuskan pulang. Mereka beralasan pulang karena harus mengikuti ujian sekolah dan alasan lain. (BBC/AFP/slg)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s