Banjir India-Pakistan Dianggap Bencana Nasional

Banjir yang meluap membuat seisi kota Kashmir dan Lahore seperti didalam air. Sampai Minggu (7/9/2014) penduduk masih terus dievakuasi atau bertahan di atap rumah. Sementara itu korban jiwa terus bertambah menjadi 270 orang, berasal dari Pakistan dan India.

Perdana Menteri (PM) India, Narendra Modi telah terbang ke lembah Valley pada Minggu. Setelah melihat situasi, kemudian PM Modi mengatakan kejadian banjir tersebut masuk dalam level bencana nasional.

PM Modi kemudian juga menjanjikan bantuan sekitar US$ 200 juta dan kompensasi kepada korban. Diperkirakan hujan lebat selama akhir pekan lalu. Kemudian air sungai Srinagar kemudian naik secara mendadak, sepanjang sabtu dan minggu. Menurut informasi banyak orang yang tak mendapatkan peringatan bencana dari pemerintah.

“Saya tak dapat menyelamatkan apapun, karena pemerintah tak memberikan peringatan banjir akan terjadi,” ucap Abdul Azis, warga kota Kashmir.

Kebanyakan warga kota juga sedang tidur, ketika bencana terjadi. Sehingga banyak yang masih terperangkap dirumah masing-masing, karena tak sempat mengungsi.

Menteri Kepala Kashmir, Omar Abdullah mengatakan melalui twitter kalau situasi yang ada tidak bisa diduga dan secara dahsyat air tiba-tiba telah memenuhi kota.

Ia mengatakan sekarang bantuan dari Delhi akan segera datang. Termasuk perahu untuk evakuasi, dan pasukan tentara untuk memulai proses penyelamatan. Menurut Omar setidaknya ada 110 orang dari Kashmir telah tewas akibat kejadian tersebut. Namun beberapa media local mennyebut angka korban tewas sudah mencapai 175 orang. Diperkirakan 400 desa mengalami dampak dari bencana ini.

Di lokasi berbeda, Perdana Menteri (PM) Pakistan, Nawaz Sharif menggelar rapat kabinet untuk membahas banjir dan hujan yang menimpa negara mereka. Menurut informasi yang diterima Sharif wilayah Kashmir menerima curah hujan sebesar 668 milimeter (mm). Sementara Islamabad curah hujan setinggi 316 mm, dan Lahore menerima curah hujan sebesar 350 mm.

PM Sharif segera memerintahkan Otoritas Manajemen Bencana Nasional dan Pemerintah daerah Punjab untuk memastikan upaya penyelamatan korban berjalan lancer dan operasi paska bencana segera disiapkan. Pasukan angkatan bersenjata Pakistan juga dikabarkan telah dikirimkan, untuk membantu korban.

Musim hujan muson diteliti normal terjadi di Pakistan pada bulan Juni, dan akan melemah pada awal bulan September. Sementara kejadian hujan lebat yang terjadi sekarang terhitung anomali. Banyak pihak yang menyebut kejadian ini sebagai salah satu dampak dari perubahan iklim. (Xinhua/BBC/slg)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s