Pekerja Restoran Cepat Saji AS Demonstrasi

Ratusan pekerja restoran cepat saji di Amerika Serikat (AS) ditangkap polisi, Kamis (4/9/2014). Mereka tertangkap setelah melakukan protes duduk menuntut kenaikan upah, sebanyak US$ 15 per jam.

Demonstrasi pekerja itu menurut kabar dimobilisasi oleh Serikat Pekerja Jasa Internasional (SEIN). Terakhir demonstrasi sudah mengambil tempat di 150 kota di AS. Demonstrasi dilakukan selama seharian penuh.

Menurut beberapa demonstran, mereka telah berjuang menaikan upah selama dua tahun ini. Minimal mereka meminta kenaikan sebanyak US$ 7,25 per jam.

Di New York, setidaknya 34 pemrotes ditangkap di area luar restoran McDonald’s yang berada di Times Square. Penangkapan juga dilaporkan terjadi di Detroit , Chicago dan Boston .

Asosiasi Pengusaha Restoran Nasional AS (NRA) menyatakan proses produksi dipenuhi dengan jaringan kerja. Keseluruhan jaringan tersebut memiliki nilai masing-masing. Sehingga kenaikan biaya akan mempengaruhi yang lain. Maka dari itu mereka menyarankan para pekerja mengarahkan protes bukan kepada pengusaha, melainkan ke pembeli.

Sejak tahun 2012 keinginan untuk kenaikan upah terus mengemuka dikalangan pekerja restoran cepat saji. Pekerja restoran seperti McDonald’s, Burger King dan Wendy’s diperkirakan yang terbanyak berpartisipasi dalam demonstrasi tersebut.

Menurut para pekerja, biaya besar dikarenakan sistem rantai produksi yang terlalu kompleks. Sementara biaya rendah seharusnya bisa dilakukan bila rantai produksi didesain dengan cara yang lebih baik.

Menanggapi tuntutan tersebut, Presiden AS , barack Obama menyatakan dukungan kepada para pekerja tersebut. Ia tak menutupi dukungan tersebut dalam pidato yang diberikan pada acara di Milwaukee , Winconsin pada hari yang sama.

“Tak ada kebohongan yang bisa menutupi kebenaran atas kemudahan, Amerika memerlukan hal itu lebih baik,” kata Obama.

Demonstrasi dilakukan juga tak hanya dilapangan saja. Bentuk dukungan terhadap pekerja juga disebarkan melalui dunia maya. Salah satunya dengan menyebarkan di situs media sosial. Pada situs Twitter terlihat trend pada hashtag #strikefastfood, sehari sebelum demonstrasi dilakukan.

Namun akhir demonstrasi masih tak seperti yang diharapkan. Tak ada kenaikan upah apapun, sementara demonstran malah ditangkap oleh aparat. Padahal banyak pengamat mengatakan para pekerja di restoran cepat saji bekerja seperti budak. Sementara dukungan terhadap baya kesehatan mereka tak kunjung ada. Sementara biaya lembur juga kadang tidak diperhitungkan sama sekali. (BBC/AFP/slg)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s