Ebola Sudah Bunuh 1.900 Orang

Jumlah kematian akibat penyakit Ebola terus meningkat. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Kamis (4/9/2014) memperkirakan sudah 1.900 orang tewas, akibat penyakit tersebut.

“Penderita menunjukan rating makin tinggi, dan tanpa bisa dikendalikan dimasing-masing negara yang banyak penduduknya menderita penyakit ebola,” kata Margaret Chan, Kepala WHO.

Sekitar 3.500 orang diperkirakan masih terjangkiti wabah ebola. Kebanyakan berada di negara Guinea , Sierra Leone dan Liberia . Terakhir wabah tersebut dikabarkan telah mencapai Nigeria , Senegal dan Kongo.

Pada rapat yang dilakukan WHO dihari yang sama, disebutkan adanya harapan baru pada obat penyakit ebola. Selain itu mereka juga melakukan diskusi bagaimana melakukan percepatan uji klinis obat itu pada manusia dan bagaimana memproduksinya.

Menurut perkiraaan diperlukan dana sampai US$ 600 juta untuk memerangi virus ebola. Sementara 20.000 orang diperkirakan bisa terinfeksi dan menjadi korban baru. Menurut Chan, wabah ini bisa menjadi yang terbesar dan paling menderitakan dari yang ada sebelumnya.

“Semua mengatakan tak pernah melihat yang seperti ini,” tambah Chan.

Dari seluruh kematian yang ada akibat ebola, sebanyak 40 persen terjadi setelah penyakit ini merebak lagi. Menurut WHO terindikasi penyebaran epidemi ini sangat cepat dan tak bisa dikontrol sama sekali.

Sementara itu di Nigeria diputuskan adanya perpanjangan masa liburan sekolah, musim panas tahun ini. Kebijakan tersebut keluar menyusul berita bertambahnya lagi jumlah penderita ebola dinegara tersebut.

Pada hari Rabu dilaporkan adanya dua kasus ebola di kota Port Harcourt . Kasus ini merupakan pertamakali adanya berita penyebaran diluar kota Lagos , yang diketahui sudah lima warganya tewas akibat ebola.

“Penyebaran virus ebola di Port Harcourt memiliki potensial bertumbuh makin besar dan menyebar lebih cepat dari sebelumnya di Lagos ,” kata WHO mengingatkan.

Penyebaran ebola juga diperkirakan bahkan sudah memasuki wilayah Asia . Thailand memiliki kewaspadaan masuknya penyakit tersebut melalui kiriman ekspor beras, dari Thailand ke negara-negara di Afrika barat.

Vichai Sriprasert, dari Asosiasi Eksportir Beras Thailand (TERA) mengatakan mereka takut mengirimkan beras ke Afrika, karena ebola. Meskipun bukti infeksi dan kematian tidak ada sama sekali. (BBC/AFP/slg)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s