Jepang Reshuffle Kabinet

Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe mengumumkan susunan kabinet baru, Rabu (3/9/2014). Ada 12 nama baru didalam kabinet reshuffle tersebut, lima diantaranya merupakan perempuan.

Menurut Abe kehadiran kelima menteri perempuan menyuarakan konsep Abe mengenai ‘womenomics’. Dimana PM Abe berharap kaum perempuan mau lebih banyak bergiat dalam sektor ekonomi Jepang, dan melebarkan pasar tenaga kerja di Jepang.

Seperit diketahui Jepang terperangkap dalam masalah kelahiran yang rendah dan banyaknya kaum lanjut usia. Dalam perkiraan ekonomi bila ada 8 juta tenaga kerja baru di Jepang saat ini, maka bisa meningkatkan ekonomi Jepang sampai 15 persen pertumbuhan.

“Semua lima perempuan yang diangkat menjadi menteri sudah memenuhi kualifikasi yang diperlukan. Ini bukan masalah angka. Saya tetap mengartikan hal ini sebagai upaya untuk mencari orang yang tepat untuk posisi yang tepat pula di kabinet,” kata Abe.

Kehadiran kelima perempuan itu diharapkan bisa makin menumbuhkan ekonomi Jepang, yang saat ini menurut Abe terjebak dengan jumlah kelahiran dan kelompok lanjut usia.

Shigeru Ishiba, menduduki posisi baru dibuat dalam cabinet tersebut. Posisi itu bertugas untuk mengejar peningkatan ekonomi regional Jepang.

Sementara Sanae Takaichi menggantikan posisi Yoshitaka Shindo sebagai Menteri Dalam Negeri dan Komunikasi. Takaichi sebelumnya dikenal sebagai pengacara.

Akinori Eto (58), menggantikan Itsunori Onodera sebagai Menteri Pertahanan. Ada juga Yasuhisa Shiozaki dipilih sebagai Menteri Kesehatan, Tenaga Kerja dan Kesejahteraan. Koya Nishikawa diberikan tugas sebagai Menteri Pertanian, Kehutanan dan Perikanan.

Yuko Obuchi, salah satu perempuan yang terpilih menjadi Menteri Ekonomi, Perdagangan dan Industri. Seorang perempuan lain, Midori Matsushima menjadi Menteri Kehakiman.

Perempuan lain yang menjadi menteri merupakan Eriko Yamatani disebut sebagai Menteri Negara Urusan Penculikan. Satu lagi menteri perempuan di Jepang kali ini adalah Shunichi Yamaguchi yang ditugaskan menjadi Menteri Negara untuk Urusan Okinawa dan Teritori utara, merangkap Menteri Negara Sains dan Teknologi.

Perempuan terakhir yang menjadi menteri di Jepang kali ini adalah Haruko Arimura, yang dipekerjakan sebagai Menteri Urusan Mobilisasi Perempuan.

Kandidat lain yang diangkat adalah Yoshio Mochizuki menjadi Menteri Lingkungan Hidup. Sementara Wataru Takeshita diangkat menjadi Menteri Negara Rekonstruksi Bencana.

Wakil Perdana Menteri, Taro Aso, merangkap sebagai Menteri Keuangan. Sekretaris Kabinet dijabat oleh Yoshihide Suga, Menteri Luar Negeri diberikan kepada Fumio Kishida. Sementara Menteri Pendidikan, Budaya, Olahraga dipegang oleh Hakubun Shimomura.

Susunan reshuffle kabinet ini baru pertama kali dilakukan PM Abe setelah memegang jabatan sebagai Perdana Menteri Jepang, tahun 2012. Reshuffle terjadi setelah dukungan kepada cabinet sebelumnya jatuh sebanyak 50 persen, dari yang sebelumnya sebanyak 70 persen suara. (Xinhua/BBC/slg)

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s