Obat Ebola Diujicoba Pada Manusia

Percobaan pemakaian obat Ebola bernama ZMapp akhirnya dimulai pada manusia. Setidaknya 20 sukarelawan telah dijadikan kelinci percobaan, di Institut Nasional Kesehatan (NIH) Maryland, Amerika Serikat (AS), Selasa (2/9/2014).

Dari keterangan yang diberikan, uji tersebut bertujuan untuk mengetahui bagaimana sistem kekebalan tubuh manusia merespon penggunaan obat tersebut. Selain itu sukarelawan terpilih masih yang memiliki kesehatan normal.

Sebelumnya tak ada obat yang bisa menyembuhkan penyakit Ebola. Namun sebuah laporan sains terbaru menunjukan, obat eksperimental bernama ZMapp ternyata mampu membuat kera bertahan hidup 100 persen dari serangan penyakit Ebola. Laporan yang dimuncukan pada jurnal Nature tersebut, akhirnya menjadi landasan percobaan penggunaan ZMapp pada manusia.

Menurut Badan Dunia Kesehatan (WHO), obat ZMapp secara sembunyi-sembunyi ternyata pernah diuji coba ada tujuh pekerja kesehatan yang terinfeksi Ebola. Dua dari mereka kemudian tetap menemui ajal, tapi sisanya yang masih hidup menunjukan obat tersebut memang benar membantu seseorang untuk bertahan dari Ebola. 

“Ada kebutuhan mendesak untuk melindungi manusia dari serangan penyakit Ebola, dan sangat penting untuk mempelajari vaksin penyembuh agar fungsi kekebalan tubuh manusia bisa bertahan dari serangan virus Ebola,” kata Anthony Fauci, Direktur Institut Alergi dan Wabah Infeksi Nasional, AS yang turut juga mengembangkan obat ZMapp itu.

Para peneliti kemudian akan melihat berbagai reaksi dan bagaimana masing-masing sukarelawan merespon vaksin tersebut pada sistem kekebalan. Diperkirakan setidaknya 50 persen upaya penyembuhan pada manusia, bisa dicapai melalui obat tersebut.

Dikesempatan berbeda, Menteri Kesehatan Nigeria, Onyebuchi Chukwu mengatakan akan menggunakan obat dari Jepang untuk mengurangi dampak penyebaran Ebola. Obat itu bernama Favipiravir, yang dikembangkan oleh Fujifilm Holdings.

Menurut Onyebuchi pengunaan obat itu telah disesuaikan dengan rekomendasi Grup Peneliti Terapi (TRG) yang dibentuknya, untuk memilih obat terbaik bagi penderita Ebola di Nigeria.

“TRG telah bekerja keras untuk mengidentifikasi obat eksperimen seperti ZMapp, dan juga telah membuat rekomendasi untuk pemerintah jenis obat yang cocok bagi penderita Ebola, baik itu untuk penyembuhan maupun pencegahan,” kata Onyebuchi, di ibukota Nigeria, Abuja.

Dari upaya itu petugas kesehatan Nigeria percaya, obat Favipiravir dari Jepang memiliki kemampuan untuk memerangi virus Ebola, baik secara in vitro maupun in vivo.

“Selain itu secara fakta obat itu juga memiliki kemampuan keamanan yang lebih tinggi, dan telah melewati fase uji klinis yang diperlukan,” kata Onyebuchi.

Sejauh ini diperkirakan sudha 1.500 orang tewas, sejak Ebola kembali merebak di wilayah barat Afrika. Negara seperti Nigeria, Liberia, Guinea menjadi lokasi penyebaran virus Ebola yang paling besar. (BBC/Xinhua/slg)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s