Demonstran Pakistan Dianggap Teroris

Parlemen Pakistan menggelar sesi khusus untuk membahas demonstrasi yang terus berkepanjangan. Salah satu menteri kabinet menyatakan para pemrotes merupakan teroris yang terlatih, memiliki kemampuan militer dan bersenjata pistol. Demikian diungkapkan Menteri Dalam Negeri Pakistan, Ch. Nizar Ali Khan, Selasa (2/9/2014).

“Para demonstran bukan demokratis atau politikus, tapi perusak institusi pemerintah dan negara,” urai Nizar.

Itu terbukti dari tindakan brutal yang ditunjukan demonstran. Termasuk saat menyerang stasiun televisi Pakistan (PTV), sehari sebelumnya.

“Mereka tak hanya merusak kantor PTV, tapi juga mencuri delapan kamera bernilai jutaan rupee (mata uang Pakistan – red),” tambah Nizar lagi.

Tuduhan serupa juga diungkapkan pemimpin oposisi di Senat, Ch. Aitzaz Ahsan. Menurutnya Perdana Menteri (PM) Nawaz Sharif tak perlu menuruti permintaan demonstran, untuk mundur dari jabatannya. Menurut Aitzaz, PM Sharif harus mampu menegakan demokrasi yang sesungguhnya, dengan menolak adanya pemilihan umum ulang.

“Tak semua orang di partai oposisi yang mendukung demonstrasi tersebut. Kedua kelompok demonstran hanya sebagian kecil dari yang menolak keadaan saat ini,” imbuh Aitzaz.

Sementara pemimpin Partai Nasionalis Pashtoon Pakistan, Mahmood Khan Achakzai mengatakan kalau tindakan para demonstran menjurus pada perilaku teroris. Oleh karena itu ia meminta kepolisian dan angkatan bersenjata untuk turun tangan langsung membubarkan mereka.

Pandangan serupa juga diungkapkan pemimpin Partai Jamiat ulema-e-Islam, Maulana Fazal ur Rehman. Menurutnya kini para pemimpin partai sudah bergabung untuk memerangi konspiransi melawan demokrasi sesungguhnya.

“Apa yang dilakukan demonstran saat ini merupakan tindakan inskonstitusional, dan PM Sharif berhak untuk meneruskan kabinet yang telah dibentuknya,” ujar Maulana.

Javed Hashmi, utusan partai Tehrik-e-Insaf (PTI) yang kini sedang berdemonstrasi mengatakan PM Sharif harus lebih kuat dan memberi resolusi lebih berarti, agar para demonstran mau menghentikan aksi mereka.

Hingga hari ini aksi demonstrasi di Pakistan mulai mereda. Menyusul tewasnya delapan demonstran, dan ratusan orang terluka. Namun PM Sharif tetap bersikeras untuk tetap menduduki jabatan saat ini. Mengingat posisinya sekarang telah melalui proses demokrasi yang telah ditentukan.

Dua pemimpin demonstran, Imran Khan dari partai PTI dan Tahir ul Qadri bersikeras meminta PM Sharif mundur. Menurut mereka PM Sharif telah melakukan pemilihan umum yang curang sebelumnya.

Mereka lalu menggalang massa, untuk melakukan pawai demonstrasi dari kota Lahore hingga ke Islamabad. Kerusuhan mulai pecah ketika para demonstran memaksa mengepung kediaman PM Sharif, dan mencoba masuk ke zona merah daerah Islamabad, yang berisi kantor pemerintahan dan kedutaan besar negara sahabat. (Xinhua/BBC/slg)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s