Demonstran Serang Stasiun TV Pakistan

Ratusan demonstran pendukung Tahir ul Qadri, mengambil alih stasiun televisi milik pemerintah Pakistan (PTV). Mereka menuntut otoritas menahan siaran, dan sempat merusak beberapa peralatan didalam gedung PTV, Senin (1/9/2014).

Kerusuhan sudah terjadi sejak sehari sebelumnya. Para demonstran sudah mencapai puncak kesabaran, saat deadlock politik terus terjadi, paska tiga kali pertemuan antara pemimpin demonstran dan pemerintah.

Terakhir salah satu pemimpin demonstran, Tahir ul Qadri meminta kepada pendukungnya, untuk mengepung rumah Perdana Menteri (PM) Pakistan , Nawaz Sharif. Namun sebelum sampai kediaman Sharif, pihak kepolisian yang memblokade jalan melakukan aksi represif, saat demonstran memaksa terus maju. Kerusuhan terjadi seetelah polisi menembakan gas air mata dan peluru karet ke arah demonstran. Hingga terakhir tercatat setidaknya delapan orang tewas, akibat kejadian tersebut. Sementara ratusan demonstran, polisi, dan jurnalis mengalami luka-luka.

Kerusuhan kemudian terus menjalar ke berbagai bangunan di daerah zona merah, Islamamabad, yang berisi kantor pemerintahan dan kedutaan besar. Termasuk salah satu yang diserang demonstran merupakan kantor televisi Pakistan (PTV). Terlihat dalam laporan televisi swasta lokal setempat, gedung PTV dimasuki ratusan demonstran. Mereka kemudian merusak beberapa peralatan siaran, dan meminta siaran sementara dihentikan.

Pihak kepolisian dan angkatan bersenjata yang menjaga gedung tersebut mengaku kecolongan. Mereka baru bisa datang setelah demonstran masuk gedung dan merusak. Terakhir pihak angkatan bersenjata mengumumkan agar para demonstran segera mengosongkan gedung PTV.

Imran Khan, salah satu pemimpin kelompok demonstran yang lain mengatakan tindakan represif tersebut tak akan menyurutkan langkahnya, untuk menurunkan PM Sharif. Apa yang telah dilakukan kepolisian menunjukan sikap tak bisa dipercaya, dari pemerintah terhadap rakyatnya.

“Saya sudah siap mati disini. Saya sudah pelajari bagaimana pemerintah mencoba menjatuhkan kami hari ini. Saya akan tetap disini sampai nafas terakhir,” kata Khan.

Selain itu Khan juga menampik tudingan bahwa ia telah ditunggangi oleh kelompok militer.

Sebelumnya pada hari yang sama, Presiden Partai PTI, Javed Hashmi mengeluarkan pernyataan controversial yang mengklaim sekeluruhan demonstrasi kini telah dikoordinasi dengan militer.

“Imran Khan bilang kita tak akan bisa maju tanpa angkatan bersenjata,” kata Javed.

Sementara itu pemimpin angkatan bersenjata Pakistan, Jendral Raheel Sharif mengatakan isu dukungan militer kepada kedua pemimpin demonstran tak pada tempatnya.

“Tentara merupakan institusi apolitik dan mengekspresikan dukungan terhadap demokrasi dalam bentuk yang lain,” kata Raheel dalam pernyataan yang disebarkan.

Kedua pemimpin demonstran tetap meminta PM Sharif mundur dari jabatannya. Karena dianggap curang dalam pemilihan umum sebelumnya, dan melakukan pembunuhan terhadap 14 demonstran di Lahore , Juni 2014.

Demonstran telah melakukan pawai berjalan kaki, selama ratusan kilometer, dari Lahore menuju Islamabad . Mereka menyingkirkan semua penghalang, hingga akhirnya mengepung daerah zona merah di pusat kota Islamabad . Demonstrasi telah dilakukan sejak peringatan hari kemerdekaan Pakistan , 14 Agustus lalu. (BBC/Xinhua/slg)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s