Senegal Alami Kasus Ebola Pertama

Menteri Kesehatan Senegal, Awa Marie Coll Seck mengumumkan kasus pertama penyakit Ebola di negara mereka, Minggu (31/8/2014). Senegal menjadi negara kelima yang tersebar penyakit yang menyerang sistem kekebalan tubuh tersebut.

Awa mengatakan penyebaran ke Senegal terjadi setelah seorang pemuda dari Guinea mengunjungi Senegal, dengan tak memikirkan resiko ia telah tertular virus Ebola.

“Pemuda itu sekarang sudah dikarantina,” kata Awa.

Wabah Ebola awalnya merebak di Guinea , membunuh lebih dari 1.500 orang dinegara tersebut. Sekarang diperkirakan ada 3.000 orang telah terinfeksi virus itu. Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan penyebaran wabah epidemic Ebola akan makin parah, dan bisa menginfeksi sampai 20.000 orang.

Senegal sendiri berbatasan dengan Guinea , yang menyebabkan memiliki resiko tinggi tertular wabah Ebola. Saat ini Seengal sudah menutup pintu masuk melalui udara dan laut dari Guinea, Liberia dan Sierra Leone, tiga negara yang diindikasikan memiliki pasien Ebola tertinggi.

Pemuda tersebut kini dikarantina di rumah sakit di ibukota Senegal, Dakar. Pemerintah Senegal mengetahui situasi tersebut, setelah Dinas Kesehatan Guinea mengeluarkan informasi mengenai hilangnya seorang terinfeksi Ebola, Rabu lalu yang dilaporkan menuju Senegal .

Orang tersebut kemudian dengan mudah diidentifikasi sebagai seorang mahasiswa dari Guinea, dan sebelumnya dia juga telah dikarantina di Guinea .

Menyadari kecerobohan ini, penduduk di Dakar merasa marah. Berdasarkan informasi salah seorang pembaca berita di radio setempat mempertanyakan, “Ketika kita sakit, apakah kamu akan meninggalkan negaramu untuk mengekspor wabah kepada yang lain?”

Peter Piot, professor penemu virus Ebola pada tahun 1976 lalu mengatakan kasus yang baru terjadi di Senegal benar-benar tak bisa diduga, dan ia menyarankan agar seluruh negeri harus mempersiapkan dari kondisi terburuk.

“Saya pikir tak efektif menutup pintu masuk perbatasan dan membatalkan penerbangan. Orang-orang tetap akan menemukan cara untuk masuk ke sebuah wilayah,” kata Peter.

Kamis lalu, WHO mengeluarkan rencana untuk menghentikan transmisi virus hingga enam sampai delapan bulan ke depan. Salah satu rekomendasi WHO adalah tindakan pencegahan agar penyebaran virus tak melebihi 10 negara. Dana bantuan untuk masalah ini diperkirakan mencapai US$ 489 juta. Dana tersebut akan dipergunakan selama Sembilan bulan dan menyertakan 750 pekerja internasional, serta 12.000 pekerja lokal dari sepanjang Afrika Barat. (BBC/Reuters/AP/slg)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s