Pakistan Menuju Perpecahan

Demonstrasi yang terjadi di Pakistan sampai Rabu (27/8/2014) telah mengakibatkan dampak serius pada ekonomi. Namun Perdana Menteri (PM) Pakistan , Nawaz Sharif tetap bersikeras tak ada seorangpun yang bisa melangkahi keputusan sistem demokrasi yang telah terjadi.

“Tak ada seorangpun yang bisa melangkahi sistem. Kita akan berjuang melawan segala halangan untuk menuju demokrasi,” kata Sharif, kepada para anggota parlemen Pakistan .

Dalam pidato yang juga disiarkan langsung melalui televisi lokal, Sharif juga menolak mengundurkan diri, dan menyatakan kalau semua partai di parlemen mendukung pemerintahannya.

Menurutnya para demonstran telah merusak kehidupan normal di ibukota, dan Mahkamah Konstitusi Pakistan telah memutuskan untuk membersihkan para demonstran dari jalanan mulai Kamis (28/8/2014).

Pernyataan itu dikeluarkan menyusul tak ditemuinya kata sepakat, dalam pertemuan memutus deadlock politik. Sebelumnya dua pemimpin kelompok yang berdemo, dan Sharif akhirnya bertemu kembali untuk memecahkan konflik. Namun akhirnya tak ada kata sepakat tercipta.

Pemimpin kelompok pemrotes dari Partai Tehrik-e-Insaf (PTI), Imrah Khan tetap juga bersikeras tak akan menghentikan demonstrasi, bila Sharif tak mengundurkan diri dari jabatannya sekarang.

“Tak ada lagi dialog dengan pemerintah, kecuali Nawaz Sharif mengundurkan diri,” kata Khan.

Ia juga kemudian memutus hubungan kontak dengan pemerintah. Dan tidak akan bertemu dengan orang-orang pemerintahan Pakistan saat ini, bila tuntutannya belum terpenuhi. Termasuk tidak mengadakan pengadilan, yang berada dibawah kekuasaan Sharif.

Sementara itu pemimpin kelompok demonstan yang lain, Tahir Ul Qadri akhirnya juga tetap memerintahkan kepada pendukungnya untuk melakukan demonstrasi duduk di pusat kota .

Menurutnya revolusi harus tercipta di Pakistan . Para koruptor yang ada dipemerintahan saat ini juga harus disingkirkan. Selain itu ia juga meminta pengusutan atas penembakan 16 pendukung partai mereka pada Juni lalu. Dalam pernyataan terbuka Tahir meminta pendaftaran atas kasus itu bisa mulai dilakukan persidangan. Menurut rencana kelompok Tahir akan menuntut Perdana Menteri, Menteri Dalam Negeri, termasuk juga pihak kepolisian atas kasus tersebut.

Sebelumnya pengadilan telah memutuskan agar pendaftaran pengadilan kasus yang akan menyeret pejabat di Provinsi Punjab itu harus segera dilakukan. Tapi sampai kini polisi masih belum mendaftarkan kasus tersebut juga.

Demonstrasi telah terjadi di Pakistan sejak 14 Agustus lalu, bersamaan dengan hari kemerdekaan negara tersebut. Para demonstran berjalan ratusan kilometer sebelum akhirnya mencapai kota Islamabad . Mereka mengeluhkan masalah yang sama, mengenai kecurangan yang terjadi pada pemilihan umum sebelumnya, dan buruknya pemerintah dalam menyediakan fasilitas umum. (Xinhua/slg)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s