Kontainer Pemimpin Pakistan

Demonstrasi yang merebak di Pakistan beberapa waktu terakhir ini, ternyata meninggalkan beberapa cerita unik didalamnya. Salah satunya merupakan kebutuhan para pemimpin disana pada kotak kontainer besar.

Pemimpin pertama yang menggunakan kontainer, merupakan Perdana Menteri (PM) Nawaz Sharif. Pemimpin yang hendak dijatuhkan kedua rivalnya tersebut menggunakan kontainer untuk menghentikan massa demonstran yang datang ke ibukota Islamabad.

Dari beberapa foto yang disebarkan berbagai kantor berita dunia terlihat pemerintah menaruh kontainer-kontainer, ditengah jalan besar menuju pusat kota. Selain hampir memenuhi seluruh lebar jalan, kontainer juga diisi dengan tanah agar sulit dipindahkan. Tak hanya satu atau dua, kontainer penghalang massa dibuat berlapis, dan memang menyulitkan kendaraan apapun melewatinya.

“Semua kontainer yang kau taruh diempat penjuru Pakistan, tak akan mampu menghentikan lautan manusia yang akan melewatinya,” kata Imran Khan, pemimpin para demonstran.

Benar saja ucapan pemimpin, yang sebelumnya mantan pemain kriket itu. Demonstran yang berjumlah puluhan ribu orang berhasil memindahkannya. Bukan dengan tindakan bodoh seperti mendorong ramai-ramai kontainer tersebut. Tapi gelombang manusia itu juga membawa peralatan berat seperti crane dan traktor untuk memindahkan kontainer.

Hasilnya gelombang demonstran berhasil masuk kota, pada tengah Agustus 2014 lalu. Mengepung daerah zona merah, yang menjadi lokasi pemerintahan dan kedutaan besar berada.

Beberapa kontainer yang berhasil disingkirkan kemudian dimanfaatkan kembali oleh Khan, sebagai panggung tempat ia berorasi. Lumayan menurutnya, karena bisa mengurangi beban penggunaan panggung yang harus disewa dengan biaya tertentu.

Gelombang demonstran tak hanya datang dari pihak Khan. Kelompok penentang PM Nawaz Sharif, satunya lagi dipimpin oleh seorang ulama bernama Tahir Ul Qadri. Ia seorang ulama Pakistan yang lama tinggal di Kanada. Sebelum akhirnya kembali ke tanah airnya dan memimpin sebuah partai disana.

Tahir menuduh PM Nawaz Sharif telah merekayasa pemilihan umum sebelumnya. dimana akhirnya PM Nawaz kembali berkuasa. Proses pemilu tersebut kemudian dianggap curang, dan menjadi arena para koruptor beraksi.

Dalam aksi pawai demonstrasi yang dilakukan kelompok Tahir, terlihat sang pemimpin selalu berada dalam sebuah kontainer yang dimodifikasi seperti rumah hunian. Kontainer tersebut ditarik sebuah truk, dimana para pengikut Tahir berjalan disampingnya selalu.

Menurut beberapa informasi yang didapatkan, didalam kontainer tersebut terdapat berbagai keperluan Tahir. Termasuk kamar untuk mandi dan tidur. Diperkirakan kontainer milik Tahir itu bisa bernilai sampai US$ 124.000. Karena didalamnya juga terdapat ruang rapat, tangga untuk menuju atap kontainer, dan seharusnya anti serangan bom.

Selama lima tahun terakhir, ternyata pemerintah Pakistan telah menaruh ratusan kontainer diperbatasan kota. Kontainer-kontainer tersebut memang disiapkan bila gelombang massa demonstrasi berjumlah besar menuju ibukota. Kebanyakan kontainer itu ditandai sebagai kepemilikan kepolisian setempat. Sehingga tak ada orang yang berniat menggunakannya.

Namun pihak angkutan dan pengemasan kota mulai merasa gerah dengan kebijakan tersebut. Mengingat banyak kontainer tambahan kemudian didatangkan pemerintah untuk menghambat laju pergerakan demonstran. Tercatat hingga 1.400 kontainer tambahan diambil dari milik perusahaan pengemasan kapal laut. Dimana harga kontainer tersebut kemudian bila dijual kembali, akan jatuh hingga setengah harga dari saat dibeli. (BBC/sulung prasetyo)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s