Prayuth Akan Basmi Pengganggu Negara

Junta militer akan tetap diberlakukan Thailand untuk menjaga perdamaian, kata Perdana Menteri (PM) Prayuth Chan-ocha, Jumat (22/8/2014). Selain itu ia mengingatkan akan bahaya ‘kekuatan lama’ dan ‘grup pemicu’ yang bisa menyebabkan negara kembali dalam situasi kacau.

“Mereka akan selalu kembali dan berusaha kembali berkuasa. Mereka menggunakan gerakan sosial sebagai kedok, dan secara khusus selalu terkait dengan orang-orang yang miskin dan berpenghasilan rendah,” kata Prayuth, dalam siaran mingguan di televise lokal setempat.

Prayuth terpilih sebagai PM baru, dalam pemilihan yang dilakukan oleh parlemen Thailand (NLA) sebelumnya. Ia terpilih sebagai PM Thailand ke-39, setelah PM sebelumnya Yinluck Shinawatra dikudeta, pada Mei 2014 lalu.

Program pertama yang akan dilakukan merupakan pemberantasan dari laten paham lama tersebut. Yang menurutnya akan dilakukan selama tahun pertama pemerintahannya.

Menurutnya bila laten tersebut didiamkan, bisa saja justru membuat Thailand kembali pada penderitaan dimasa datang. “Juga bisa membuat melambatnya pembangunan di Thailand ,” tambah Prayuth, dalam acara bertajuk ‘Mengembalikan Kebahagiaan kepada Masyarakat’ tersebut.

Prayuth juga menggaris bawahi, bahwa pemerintahan yang ada sekarang, tetap akan dipertahankan dengan sistem junta militer. Dengan harapan keamanan nasional akan tetap terjaga dengan stabil, hingga diadakan pemilihan umum pada tahun 2015 mendatang.

Pada pihak berbeda, Amerika Serikat (AS) merasa kalau terpilihnya Prayuth merupakan langkah terbaik yang sekarang bisa dilakukan Thailand . Namun berharap secepatnya bisa menstabilkan negara, dan memuluskan jalan pemilu.

“Kami mendorong kepada pemerintahan berkuasa sekarang, untuk mereformasi berbagai proses yang dapat memberikan porsi perbedaan di Thailand . Dan membuka kesempatan sebesar-besarnya kepada kebebasan untuk berbicara dan memilih,” kata Marie Harf, Deputi Duta Besar AS di Thailand mengungkapkan pendapat.

Hingga saat ini Prayuth di anggap bisa membuat Thailand tetap stabil. Hal itu juga yang membuat Prayuth bisa terpilih sebagai PM. Namun para pengamat politik merasa lega, karena Prayuth menjanjikan pemerintahan dibawah kuasanya hanya akan berjalan selama setahun ke depan. Sebelum akhirnya akan menggulirkan pemilu untuk memilih pemimpin baru secara demokratis.

Namun beberapa pihak masih meragukan kemampuan Prayuth dalam menstabilkan sisi ekonomi. Dimana menurut Prayuth akan diberikan kepada orang-orang yang dianggap mampu membantu dalam kabinetnya.

Meskipun tetap saja tak ada pihak yang berani memastikan kalau pemerintahan junta militer yang kini berlaku, bisa secara total memfasilitasi rekonsiliasi dan menanamkan reformasi pada sistem birokrasi. Malah yang ditakutkan, junta militer tetap akan berkuasa dan memanfaatkan kekuatan mereka untuk memaksakan sistem pemilu yang sesuai dengan keinginan mereka, tanpa mengindahkan keinginan rakyat sipil. (Xinhua/Bangkok Post/India Times/lsg)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s