Rusia Kirim Tim Medis Perangi Ebola

Tim medis dari Rusia akan menuju ke Guinea untuk membantu memerangi merebaknya wabah penyakit Ebola, Kamis (21/8/2014). Sementara pemerintah Tiongkok melarang berbagai penelitian mengenai Ebola, tanpa pemberitahuan terlebih dahulu kepada otoritas berwenang.

“Mereka akan bekerja bersama para peneliti dari negara lain, untuk memerangi wabah Ebola,” kata Deputi Perdana Menteri Rusia, Olga Golodets.

Tim tersebut akan terdiri dari delapan ahli virology. Mengenai keamanan, mereka akan dilengkapi dengan peralatan kesehatan paling maksimum, ucap Golodets. Diperkirakan Kamis malam tim tersebut sudah akan pergi dari Rusia menuju Guinea .

Wabah penyakit Ebola banyak merebak di daerah barat Afrika. Negara seperti Guinea , Liberia , Sierra Leona dan Nigeria diklaim menjadi area penyebaran penyakit tersebut. Sejak awal tahun ini diperkirakan sudah 1.200 orang meregang nyawa, di negara-negara tersebut akibat penyakit Ebola.

Hingga saat ini belum ada warga Rusia yang terkena penyakit tersebut. Menyusul kepergian tim medis Rusia, belum ada rencana mereka melarang warga negara mereka pergi ke negara yang terserang penyakit Ebola.

“Tapi kami akan membatasi pendatang yang berasal dari negara-negara yang diketahui telah terinfeksi Ebola,” tambah Golodets lagi.

Awal bulan ini, organisasi hak konsumen Rusia, Rospotrebnadzor mengatakan banyak pendatang yang masuk ke Rusia terindikasi kurang sehat. Dari laporan pendatang yang masuk ke bandara internasional Sheremetyevo, di Moscow diketahui ada beberapa yang memiliki panas tubuh lebih tinggi dari biasanya. Kenaikan panas tubuh penumpang tersebut dapat terindikasi dari suara alarm yang dipasang gerbang deteksi bandara. 

Sementara itu di negara Tiongkok, pemerintah menyatakan melarang segala jenis pengobatan yang berkaitan dengan Ebola, tanpa izin otoritas kesehatan setempat. Pada keterangan yang diberikan Kamis ini, pemerintah menyarankan pengobatan pada Ebola masih berbahaya bila dilakukan secara tradisional.

Komisi Keluarga Berencana dan Kesehatan Nasional Tiongkok menyarankan diadakan tes virus, bilamana mungkin satwa bisa tertular virus Ebola juga. Tes akan dilakukan dengan standar biosafety level-4 (BSL-4).

Menurut pemerintah Tiongkok berbagai eksperimen pengobatan Ebola, juga harus memusnahkan semua sampah dan limbah yang dihasilkan. Sementara pengiriman virus Ebola melalui pesawat udara harus dilakukan dengan standar kelas satu, tambah Komisi tersebut mengingatkan.

Di Amerika Serikat (AS), seorang pekerja yang terindikasi terinfeksi virus Ebola, setelah bekerja di Afrika barat, dinyatakan lulus tes kesehatan dan dipulangkan kembali.

Kent Bratly, nama pasien tersebut disebutkan kalau pasien telah disembuhkan, dan dipulangkan ke rumahnya.

“Setelah melakukan berbagai terapi dan tes, kami mendapatkan hasil kalau pasien tersebut tidak terjangkit Ebola dan dapat pulang ke keluarganya lagi, tanpa harus takut menyebarkan virus itu kepada orang lain,” kata Bruce Ribner, Kepala Rumah Sakit Universitas Emory, di Atlanta.

Menurut keterangan Bruce, pasien itu dianggap sehat setelah menjalani tes darah, dan urine. Serta juga menjalankan protokol standar wabah infeksi, katanya.

Brantly mulai dirawat sejak 2 Agustus lalu. Ia mengaku mengalami sakit tiga hari setelah koleganya, Nancy Writebol yang baru pulang dari Liberia menemuinya.  Nancy juga dirawat di rumah sakit yang sama, dan juga dianggap tak terinfeksi virus Ebola. (Xinhua/slg)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s